banner 728x250

Sri Mulyani sebut, potensi resesi ekonomi ancam sejumlah negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ft. JawaPos.com)

 

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Sebagai dampak pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir, resesi ekonomi semakin nyata dan mengancam banyak negara.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Islamic Development Bank, pada Selasa (19/7/2022).

Menurut Sri Mulyani, ancaman resesi ekonomi makin menjadi akibat perang Rusia dan Ukraina yang hingga saat ini belum usai.

“ Ini (perang) yang sangat-sangat mengganggu. Mengganggu banyak perekonomian, terutama mereka yang sudah berada dalam situasi yang sangat rapuh, sehingga berpotensi mengalami resesi,” kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan, potensi resesi ini sudah terlihat ketika banyak negara mengalami kenaikan suku bunga, pengetatan likuiditas serta kenaikan harga energi dan pangan.

Sebut Sri Mulyani, kenaikan harga energi dan pangan, menciptakan krisis tersendiri. Ini sangat nyata bagi banyak negara.

Akibat kenaikan harga-harga di dunia, berbagai negara baik maju maupun berkembang, dihadapkan dengan lonjakan inflasi yang begitu tinggi.

“Contohnya Amerika Serikat yang inflasinya tembus 9,1 persen di Juni 2022 yang merupakan level tertinggi dalam 41 tahun terakhir,” ujarnya.

Meski demikian, kata Sri Mulyani, Indonesia masih cukup sehat dan aman dari ancaman resesi. Meski pernah mengalami resesi pada tahun 2020 akibat Covid, namun saat ini sudah kembali pulih dengan pertumbuhan yang positif.

“ Ekonomi Indonesia bahkan mencapai 5,01 persen pada kuatal I  2022  kemarin. Tak hanya itu, inflasi juga masih terkontrol di level 4,35 persen pada Juni kemrin,” tuturnya.

“ Saya berharap, bahwa dalam hal ini, Indonesia dapat terus menavigasi tantangan bagi perekonomian terutama uang sekarang berasal dari ekonomi global,” pungkasnya.

(jgd/red)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *