banner 728x250

Tim Hibah Riset Desa Fakultas Peternakan UNIPA telah menyelesaikan pemberdayaan peternak di Kampung Kali Merah, Distrik Masni

KINERJAEKSELEN.co, Manokwari (Papua Barat) – Tim Hibah Riset Desa Fakultas Peternakan Universitas Papua (FAPET-UNIPA) yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Budi Santoso, M.P. dengan anggota Evi Warintan Saragih, S.Pt., M.Sc. Ph.D., Purwaningsih, S.Pt.,  M.Sc. dan Iriani Sumpe, S.Pt., M.P. telah menyelesaikan kegiatan pemberdayaan bagi kelompok petani-peternak Meyah-Jawa (MeJa) beberapa waktu lalu di Kampung Kali Merah, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.  Kampung Kali Merah merupakan wilayah pengembangan pertanian yang terletak pada areal lahan perkebunan kelapa sawit di Distrik Masni.

Kegiatan ini dilaksanakan selama ± 5 bulan dan  diikuti juga oleh 5 (lima) orang mahasiswa Fakultas Peternakan sebagai  kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yaitu belajar di luar kampus selama 1 semester.

Kelompok MeJa yang beranggota  4 orang campuran orang asli Papua dan non-Papua, memiliki lahan seluas 15 Ha untuk pemeliharaan 200 ekor sapi bali dengan pola pemeliharaan ekstensif.   Disamping itu, anggota kelompok tersebut juga melakukan aktivitas budidaya pertanian tanaman hortikultura.

Kegiatan yang dilakukan oleh Tim Fapet UNIPA berupa pelatihan dan pendampingan kepada anggota kelompok meliputi : (1) diversifikasi pakan sapi melalui penerapan teknologi pembuatan silase berbasis limbah pelepah kelapa sawit untuk mewujudkan pertanian dan peternakan yang berkesinambungan dan ramah lingkungan; (2) aplikasikan teknologi pembuatan pupuk organik dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pertanian; (3) introduksi teknologi tepat guna biogas dalam rangka penyediaan energi terbaharukan bagi petani-peternak, sekaligus mewujudkan peternakan ramah lingkungan (zero waste); (4) penanaman rumput unggul untuk penyediaan kebutuhan pakan sapi.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim Fapet menunjukan bahwa anggota kelompok telah dapat mengaplikasikan teknologi pakan silase, teknologi pembuatan pupuk organik dan mengoperasikan biodigester secara mandiri.

Lebih lanjut, Budi Santoso menjelaskan bahwa anggota kelompok secara bergantian mengisi biodigester dengan kotoran ternak setiap 3-4 hari dan sekaligus mengambil gas yang ditampung dalam balon.  Satu balon gas dapat dimanfaatkan untuk memasak selama 1,5 jam.  Menurut salah satu anggota kelompok MeJa bahwa penggunaan biogas untuk memasak dapat mengirit penggunaan minyak tanah sebanyak 2 liter pada setiap pemakaian 5 liter.

Dari hasil kegiatan ini, anggota kelompok MeJa juga dapat membuat cadangan pakan sapi yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu ketika persediaan rumput terbatas.  Pada kegiatan ini, mahasiswa melakukan penanaman rumput raja, Brachiaria decumbens dan leguminosa Indigofera sp. di lahan percontohan milik peternak.

Pada kegiatan tersebut, Tim Riset Hibah Desa Fakultas Peternakan memberikan bantuan 1 unit digester dengan kapasitas 1 m3,  4 unit kompor biogas beserta balon penampung gas, 1 unit mesin pencacah rumput dan pelepah kelapa sawit.

Menurut ketua kelompok Tani-Ternak MeJa, Bapak Totok, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka karena dapat mengurangi biaya untuk membeli minyak tanah dan pembelian pupuk. Selain itu mereka memperoleh pupuk organik dari limbah digester yang telah siap digunakan sebagai pupuk tanaman hortikultura maupun pupuk untuk tanaman rumput.

Kegiatan Hibah Riset Desa ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan.

Tim Hibah Riset Desa berharap setelah berakhirnya kegiataan ini, anggota kelompok MeJa dapat melanjutkan penerapan pengetahuan dan teknologi yang telah diterima dalam rangka meningkatkan pendapatan petani peternak sekaligus mewujudkan peternakan yang ramah lingkungan.

[Jo/red]

 

 

 

 

 

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *