KINERJAEKSELEN.co, Palu – Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable development) mutlak harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Konsep ini mengakui bahwa sumber daya alam adalah fondasi dari aktivitas ekonomi dan keberlanjutan jangka panjang.
Hal itu disampaikan Syarifuddin Hafid, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Morowali Ke-26, di Alun – Alun Rumah Jabatan Bupati Morowali Jumat [5/12/2025] lalu.
“ Morowali memiliki sumber daya alam yang besar. Karunia Allah yang harus kita kelola dengan sebaik-baiknya. Pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat,” kata Syarifuddin Hafid.
Pesatnya industrialisasi di Morowali, yang didorong oleh investasi besar di sektor nikel, memunculkan kekhawatiran dan tantangan lingkungan yang signifikan.
Menurut Syarifuddin, ekonomi bergantung pada sumber daya alam, seperti air, mineral, hutan, dan keanekaragaman hayati. Degradasi lingkungan mengancam ketersediaan bahan baku di masa depan. Lingkungan yang rusak akan membawa akibat buruk bagi kehidupan.
“ Ekosistem yang sehat berfungsi sebagai penyangga alami terhadap bencana terkait iklim seperti banjir dan badai, yang jika terjadi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Pembangunan berkelanjutan memastikan bahwa generasi mendatang juga dapat memenuhi kebutuhan mereka dan menikmati kualitas lingkungan yang baik,” ujarnya.
Wakil Ketua II DPRD Sulteng ini menegaskan, fokus pada keberlanjutan mendorong inovasi dalam energi terbarukan, teknologi hijau, dan praktik bisnis yang ramah lingkungan, membuka lapangan kerja dan pasar baru.
Oleh karena itu, kata Syarifuddin, kerangka kebijakan modern berupaya mengintegrasikan tujuan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat terus membangun sinergi yang baik dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Morowali , terutama dalam memastikan keberlanjutan lingkungan di tengah pesatnya aktivitas industri.
” Pembangunan ekonomi di Morowali harus dilaksanakan dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan untuk memastikan bahwa kemajuan industri tidak merusak lingkungan secara permanen,” pungkasnya.
[jgd/red]












