Berita  

Indonesia Marah, Kutuk Israel Soal Serangan Yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon

Menlu RI saat menyampaikan pernyataan nasional pada High-Level Segment Konferensi Perlucutan Senjata, Senin, 23 Februari 2026 di Jenewa, Swis. (Foto: Dokumentasi/PTRI Jenewa)

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesa [TNI] gugur saat bertugas menjadi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa [PBB] atau UNIFIL di Lebanon Selatan.

Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya serangan keji tentara Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB yang kembali terulang, dan sama sekali tidak bisa diterima.

“Pemerintah Republik Indonesia mengutuk sangat keras serangan kedua yang terjadi secara beruntun di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, pada 30 Maret 2026, yang menimpa peacekeepers Indonesia yang bertugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang mengakibatkan gugurnya kembali dua personel dan melukai dua lainnya,” demikian pernyataan Kemlu RI, Selasa (31/3).

Dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip dari CNN, Indonesia menegaskan, serangan ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang terpisah, melainkan mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon selatan, “di mana operasi militer Israel yang terus berlangsung telah menempatkan peacekeepers PBB dalam risiko yang sangat serius.”

“Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh peacekeepers PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006),” tambah Kemlu RI.

Total tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas dalam dua serangan dalam kurun waktu 24 jam.

Serangan pertama terjadi pada Minggu (29/3) di pos unit Indonesia di di desa Adchit Al Qusayr yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.

Serangan kedua terjadi pada Senin (30/3) saat kendaraan pasukan Indonesia melintas di dekat Bani Hayyan. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden tersebut.

Serangan ini juga melukai sejumlah personel, dengan rincian tiga terluka dalam serangan pada Minggu dan dua lainnya terluka dalam serangan pada Senin.

“Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” demikian pernyataan Kemlu RI.

“Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” pungkas Kemlu RI.

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *