Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Gempa Turki dan Suriah

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa yang melanda Turki dan Suriah. Saat ini, bantuan tersebut telah dikoordinasikan pengirimannya oleh kementerian terkait.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, dirinya telah menerima arahan Jokowi agar kementeriannya menjadi pihak yang melakukan koordinasi pengiriman bantuan tersebut.

“Intinya Presiden memberikan perintah kepada Menko PMK untuk mengkoordinasikan bantuan ke Turki dan Suriah secepat mungkin,“ kata Muhadjir seperti dikutip dari keterangan pers yang dirilis situs Kemenko PMK, Jumat (10/2/2023).

Muhadjir menyebutkan, dalam rapat koordinasi yang digelarnya, pemerintah Indonesia mengutamakan pemberian bantuan berupa Tim Emergency Medical Team (EMT), Tim Middle Urban Search and Rescue (MUSAR), dan dukungan logistik peralatan dan kebutuhan dasar masyarakat pasca bencana.

Kepala BNPB, Suharyanto menyampaikan bahwa pembiayaan pemberian bantuan kepada Turki dan Suriah dapat menggunakan dana siap pakai. Adapun bantuan lainnya yang juga diberikan, antara lain selimut yang sangat diperlukan karena di negara yang mengalami bencana tengah dalam suasana musim dingin.

“Kemudian matras, baju dingin, keranjang, detergen dan lainya. Selain itu, pemerintah juga perlu segera mengirimkan tenaga medis dan SAR,” kata Suharyanto.

Bantuan kemanusiaan tahap pertama dari Indonesia pun telah dikirimkan, berupa bahan makanan yang diserahkan melalui organisasi kemanusiaan, Bulan Sabit Merah Turki. Diketahui yang dikirimkan oleh Indonesia ini ,merupakan bantuan logistik pertama yang diterima dari negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan dalam waktu dekat, dua pesawat akan diterbangkan dari Jakarta untuk membawa bantuan tambahan, yaitu Medium Urban SAR (MUSAR) serta peralatannya.

“Serta tim dan bantuan medis yang diperlukan,” kata Retno melalui konferensi pers virtual, Kamis (9/2/2023).

Retno menambahkan, pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemerintah Turki terkait bantuan tahap selanjutnya yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan. Rencana bantuan juga akan disiapkan pemerintah Indonesia untuk Suriah.

“Rapat-rapat koordinasi, sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia, dalam rangka membantu para korban bencana gempa bumi di Turki dan Suriah,” imbuhnya.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara menyampaikan ,saat ini ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari ibu dan anak, menjadi korban meninggal dunia dalam bencana gempa di Turki dan Suriah.

Mereka satu keluarga, suaminya yang berkebangsaan Turki juga meninggal. Selain itu ada 10 WNI yang mengalami luka-luka dan sudah ditangani, serta 5 WNI yang sampai saat ini masih hilang kontak. Adapun pihak KBRI sebelumnya, berhasil mengevakuasi 123 WNI dari empat wilayah gempa menuju Ankara.

[asumsi/dul/red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *