KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Tindakan AS-Israel yang menyerang Iran mendapat kecaman sejumlah negara. Negara-negara Timur Tengah dan dunia mengkhawatirkan, serangan AS-Israel akan membawa dampak buruk terhadap perdamaian dunia. Serangan tersebut telah memicu sejumlah ledakan di negara-negara Arab yang memiliki pangkalan militer AS.
Berbagai negara di dunia bereaksi atas tindakan AS-Israel terhadap Iran tersebut.
Rusia
Usai serangan AS-Israel terhadap Iran, Rusia meminta warganya untuk meninggalkan Iran demi keselamatan.
Dikutip dari cnbcindonesia, Minggu [1/3/2026], mantan presiden Dmitry Medvedev mengatakan bahwa perundingan dengan AS hanyalah “kedok”.
“Penjaga perdamaian itu berulah lagi,” kata Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai ketua dewan keamanan Rusia, dalam sebuah unggahan di X, dimuat AFP.
“Perundingan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu. Jadi siapa yang lebih sabar menunggu akhir yang menyedihkan bagi musuh sekarang?” tambahnya.
Qatar
Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, awalnya mengatakan bahwa negaranya aman setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran yang bertetangga. Tetapi negeri itu, akan tetap memantau perkembangan dengan cermat.
Seorang pejabat kemudian mengatakan kepada AFP bahwa sistem pertahanan Qatar telah mencegat rudal Iran. Kementerian pertahanan mengatakan telah menangkis “sejumlah serangan”.
Uni Eropa
Uni Eropa memperingatkan bahwa situasi di kawasan itu “berbahaya”. Kelompok negara itu menyerukan agar warga sipil dilindungi dalam konflik yang mungkin terjadi.
Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, pada tanggal X, mendesak semua pihak untuk menahan diri. Ia menekankan bahwa sangat “penting” untuk “memastikan keamanan nuklir” setelah AS mengindikasikan bahwa situs nuklir Iran menjadi sasaran mereka.
Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, yang mengatakan situasinya berbahaya. Ia mengumumkan penarikan personel non-esensial blok tersebut dari wilayah tersebut.
Inggris
Pemerintah Inggris khawatir serangan udara tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ia mendesak warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk mencari perlindungan.
“Kami tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas,” kata juru bicara pemerintah, menambahkan bahwa “prioritas utama” Inggris adalah keselamatan warganya di wilayah tersebut.
Yordania
Militer Yordania mengatakan angkatan udaranya sedang bekerja pada hari Sabtu untuk melindungi kerajaan dan rakyatnya. Seorang pejabat militer kemudian mengatakan bahwa dua rudal balistik yang menargetkan wilayah kerajaan “berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Yordania”.
Ukraina
Ukraina berpendapat bahwa “kekerasan pemerintah Iran terhadap rakyatnya sendiri dan negara lain” telah memicu serangan AS dan Israel terhadap Teheran. Ukraina sendiri masih berperang dengan Rusia.
“Alasan dari peristiwa saat ini adalah kekerasan dan kesewenang-wenangan rezim Iran, khususnya pembunuhan dan penindasan terhadap para demonstran damai, yang telah menjadi sangat besar dalam beberapa bulan terakhir,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.
Arab Saudi
Pernyataan tegas Arab Saudi dilaporkan saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Ia mendesak penghentian eskalasi dan kembali ke dialog setelah rudal Iran menargetkan negara-negara di seluruh Teluk.
“Kedua pihak menekankan perlunya penghentian segera terhadap tindakan eskalasi apa pun dan kembali ke meja dialog untuk menjaga keamanan regional dan mencegah pergeseran menuju konfrontasi yang lebih luas,” bunyi pernyataan keduanya.
Uni Afrika
Uni Afrika menyerukan pengekangan, de-eskalasi dan dialog berkelanjutan. Ini setelah serangan tersebut, memperingatkan bahwa konflik dapat berisiko membahayakan masyarakat di benua itu.
“Eskalasi lebih lanjut berisiko memperburuk ketidakstabilan global, dengan implikasi serius bagi pasar energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi, khususnya di Afrika, di mana konflik dan tekanan ekonomi tetap akut,” kata kepala badan pan-Afrika tersebut, Mahamoud Ali Youssouf.
Indonesia
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Ini telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Kemlu RI di postingan X, Sabtu. Kemlu RI pun menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis Kemlu RI.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260228195640-4-714795/respons-negara-dunia-as-serang-iran-rusia-arab-hingga-china-indonesia












