Terhindar Dari Siksa Kubur

Catatan Risdiana Wiryatni *)

Siksa kubur dalam Islam diartikan sebagai penampakan sekaligus pelaksanaan siksaan di alam kubur yang serupa dengan siksaan di neraka. Adanya siksa kubur disebutkan oleh Allah dalam Surah Al-Mu’min ayat 46. Ayat ini menceritakan tentang siksa kubur yang dialami oleh Fir’aun kala pagi dan petang.

Siksa kubur juga dijelaskan dalam hadis dengan gambaran himpitan tubuh jenazah hingga merusak tulang rusuk mereka di dalam kuburan. Meyakini siksa kubur merupakan bagian dari rukun iman yang berkaitan dengan keyakinan akan adanya siksa di akhirat.

Itulah intisari dari kajian Islam di Masjid Pesona Khayangan Depok, Jawa Barat, Kamis 7 September 2023.

Setelah kematian, manusia akan memasuki fase berikutnya yakni alam kubur. Di sana, mereka akan dibalas sesuai amal ibadah selama di dunia. Adapun bagi orang yang enggan beriman dan dzalim, maka akan ditimpakan siksa kubur kepada mereka.

Alam kubur, juga dikenal dengan alam barzah, artinya pemisah antara kehidupan dunia dan akhirat. Dalam definisi lainnya, alam barzah adalah kehidupan yang berlangsung setelah kematian dan kebangkitan.

Setiap manusia akan melewati alam kubur ini, tetapi tak berlangsung lama melainkan hanya sebagai tempat singgah, sebelum akhirnya mencapai kehidupan kekal di akhirat. Tapi di sana, mereka akan sibuk dan mengalami sejumlah peristiwa.

Rasulullah bersabda bahwa siksa kubur nyata adanya. Dari Aisyah, ia berkata:

‘Dua wanita tua Yahudi Madinah masuk ke kamarku dan berkata, ‘Sesungguhnya penghuni kubur itu diazab di dalam kubur.’ Aku tidak mempercayai ucapan mereka dan belum siap membenarkan mereka. Sesaat kemudian mereka keluar dan Nabi SAW masuk. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, dua wanita tua Yahudi Madinah masuk ke kamarku dan mengatakan bahwa penghuni kubur diazab dalam kubur.’ Beliau bersabda, “Mereka benar. Penghuni kubur disiksa dengan azab yang dapat didengar oleh hewan ternak.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, bahkan Rasulullah mendengar suara orang yang disiksa dalam kuburnya. Dari Abu Ayyub al-Anshari, ia berkata bahwa Nabi SAW keluar pada malam hari setelah matahari tenggelam. Tiba-tiba beliau mendengar suara dan bersabda, “Seorang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya.” (HR Bukhari, Muslim, & an-Nasa’i)

Umar Sulaiman al-Asygar menguraikan, setelah manusia ditanya beberapa pertanyaan oleh malaikat Munkar dan Nakir, bagi mereka yang menjawab dengan benar dan baik, maka akan selamat dari azab kubur, serta akan menerima nikmat kubur.

Adapun orang yang tidak mampu membalas pertanyaan malaikat, bahkan menjawab dengan salah, balasan mereka dituturkan oleh Rasulullah dalam hadits dari al-Barra bin Azib:

‘Orang kafir atau jahat setelah memberi jawaban yang salah, terdengar seruan di langit “Ia telah berdusta. Siapkanlah tempat tidur dari api neraka dan bukalah pintu menuju neraka!” Panas dan racun neraka mendatanginya, dan kuburan menjepitnya hingga tulang-tulangnya remuk.

Lalu datanglah kepadanya, seorang lelaki yang buruk wajahnya, kumal pakaiannya busuk baunya, lalu berkata, “Bergembiralah dengan sesuatu yang menyengsarakanmu! Inilah hari yang telah dijanjikan bagimu.’

Si kafir berkata, “Siapa kau? Wajahmu membawa kejahatan.’ Yang ditanya menjawab, “Aku adalah amal burukmu (Dem Allah, yang aku tahu, engkau lambat dalam menaati Allah dan cepat dalam berbuat maksiat. Semoga Allah membalasmu dengan kejahatan!).”

Kemudian Allah menjadikannya buta, tuli bisu. Di tangan malaikat ada potongan besi yang jika dipakai untuk memukul gunung, gunung itu akan hancur jadi debu. Malaikat memukul si kafir dengan alat itu sampai menjadi debu.

Kemudian bentuknya dikembalikan lagi seperti semula, lalu ia dipukul lagi sampai ia berteriak histeris yang terdengar oleh segala sesuatu kecuali manusia dan jin. Kemudian dibukakan pintu neraka dan disiapkan untuknya tempat tidur dari neraka. Ia berteriak, “Ya Tuhan, jangan kau datangkan hari kiamat.” (Hadits Shahih)

Anas bin Malik menyebutkan dalam hadits riwayatnya: ‘Orang kafir dan munafik setelah menjawab dengan salah di dalam kubur, kepadanya dikatakan, “Kau tidak mengetahui dan tidak mengikuti.” Kemudian ia dipukul dengan palu besi pada bagian di antara dua telinganya. Ia menjerit histeris hingga terdengar oleh yang di sekitarnya kecuali manusia dan jin.’ (HR Bukhari & Muslim)

Sementara dalam riwayat dari Abu Hurairah, dikatakan: ‘Adapun kepada orang munafik, kedua malaikat itu berkata, “Kami tahu kau akan mengatakan hal itu.” Lalu dikatakan kepada tanah, “Himpitlah dia!” Tanah segera menghimpitnya sampai tulang-tulangnya remuk. Ia senantiasa disiksa sampai dibangkitkan oleh Allah dari tempat tidurnya itu.’ (HR Tirmidzi)

Amalan Terhindar Dari Siksa Kubur

Amalan penyelamat siksa kubur penting diketahui karena bekal terbaik yang akan dibawa oleh umat muslim ke alam kubur yaitu amal saleh. Amalan ini bisa dikerjakan dengan bersedekah, menjaga salat 5 waktu, membaca Al-Quran dan memperbanyak dzikir.

Rasulullah SAW telah membenarkan bahwa siksa kubur akan dialami oleh umat manusia sebelum kiamat tiba. Siksa kubur akan terjadi pada orang kafir atau munafik. Hal ini telah diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah Ra bahwa ada seorang wanita Yahudi yang datang kepadanya dan menuturkan mengenai siksa kubur.

Semua umat muslim tentunya berharap bisa terhindar dari siksa kubur yang pedih. Untuk menghindarinya, setidaknya ada beberapa amalan berikut yang bisa Anda coba kerjakan.

Amalan Penyelamat Siksa Kubur Ada banyak amalan yang bisa dikerjakan untuk menyelamatkan kita dari siksa kubur, berikut di antaranya:

  1. Membaca Surah Al-Mulk Membaca surah Al-Mulk menjelang tidur merupakan salah satu amalan penyelamat seseorang dari siksa kubur. Hal ini telah tercantum dalam HR. An Nasa’I yang isinya bagi siapa saja membaca surah Al-Mulk setiap malam maka Allah SWT akan mencegahnya dari siksa kubur.
  2. Berjuang di Jalan Allah SWT Berjuang di jalan Allah SWT merupakan amalan penyelamat siksa kubur berikutnya. Amalan yang dimaksud yaitu menjaga perbatasan untuk menjaga kehormatan Islam dan membela agama Allah SWT.
  3. Membaca Kalimat Thayyibah Kalimat thayyibah لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ (La ilaha illallah) merupakan pembeda antara umat muslim dengan lainnya saat hari kiamat tiba. Kalimat thayyibah ini diyakini bisa menyelamatkan pembaca dari siksa kubur dan tetap berada pada keselamatan. Advertisement
  4. Mengamalkan Isi Al-Quran. Mengamalkan isi Al-Quran merupakan amalan penyelamat siksa kubur yang bisa coba Anda amalkan. Setelah membaca Al-Quran maka isinya bisa diresapi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa juga menyampaikan ayat-ayat Al-Quran kepada orang lain.
  5. Beriman Kepada Allah SWT Amalan lain untuk menyelamatkan diri dari siksa kubur yaitu beriman kepada Allah SWT. Tentunya hal ini meliputi mematuhi syariat-Nya, mengikuti sunah Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
  6. Selalu Berdoa. Hal lain yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa kubur yaitu selalu berdoa agar terhindar dari siksa kubur. Doa ini bisa dikerjakan sebelum menunaikan salam.
  7. Wafat di Hari Jumat. Wafat di hari Jumat merupakan salah satu perkara yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa kubur. Pernyataan ini pernah diungkapkan dalam hadist oleh Abdullah bin Amr RA dengan mengutip sabda Rasulullah SAW.

Buya Yahya mengingatkan agar memastikan kebenarannya terlebih dahulu mengingat ada beberapa dosa besar yang tidak bisa dimapuni oleh Allah SWT. Orang yang meninggal dunia pada hari Jumat juga belum tentu dosanya diampuni sehingga harus tetap berusaha dan tidak mendorong seseorang wafat di hari Jumat.

Selain amalan penyelamat siksa kubur di atas, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan dalam Kitab Ar-Ruh li Ibnil Qayyim, seseorang bisa selamat dari siksa kubur apabila menghindari semua sebab yang bisa mendatangkan siksa kubur. Misalnya duduk sejenak sebelum tidur saat malam itu lalu menghisab diri terkait apa saja keuntungan dan kerugian saat hari itu.

Setelah itu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah berkata bahwa Anda bisa memperbarui tobat antara diri sendiri dengan Allah SWT lalu tidur dalam keadaan tobat dan berjanji tidak mengulangi dosa yang diperbuat. Sementara itu, ahli hadist menjelaskan bahwa cara tersebut harus tetap dilakukan saat malam sehingga apabila meninggal, ada dalam keadaan bertaubat.

Apabila masih diberi umur panjang maka bisa tetap semangat dan lebih siap untuk bekerja. Apalagi jika sebelum tidur disertai dengan zikir kepada Allah SWT dan mengerjakan sunah Rasulullah SAW menjelang tidur.

Bagi siapa pun yang Allah kehendaki pada diri-Nya maka akan mendapatkan taufik-Nya. Demikian beberapa amalan penyelamat siksa kubur yang bisa Anda coba renungkan dan pahami. Sebab seseorang yang meninggal dunia tidak akan terlepas dari siksa kubur jika selama hidup melakukan perbuatan dosa dan tidak sempat bertaubat.

Semoga kita semua terbebas dari siksa kubur. Aamin.

*) Owner Kinerja-Strategi Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *