KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegur Bupati Indramayu, Lucky Hakim, karena pergi berlibur ke Jepang tanpa izin resmi pada masa libur Lebaran 1446 H.
Dedi menyindir Lucky melalui media sosial dengan mengunggah foto-foto liburan Lucky dan menuliskan pesan, “Selamat berlibur Pak Lucky Hakim. Nanti kalau ke Jepang lagi, bilang dulu ya.”
Sindiran ini muncul karena Lucky tidak melaporkan rencana perjalanannya, bahkan tidak membalas pesan WhatsApp dari Dedi.
Unggahan Dedi Mulyadi tersebut menunjukkan ketidaksenangan terhadap Lucky Hakim yang pergi ke luar negeri tanpa pemberitahuan, baik ke Gubernur selaku atasannya maupun ke Kementerian Dalam Negeri.
“ Jangankan surat, WA (WhatsApp) juga nggak,” ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com, Minggu [6/4].
Dedi mengatakan, dirinya suah mencoba menghubungi Lucky Hakim berulang kali melalui pesan WhatssApp, namun tidak direspon.
Baru setelah itu ia mengetahui bahwa Lucky tengah berada di Jepang lewat foto-foto yang tersebar di media sosial, termasuk yang di tag oleh akun @japantour.id
“ Beberapa kali WA enggak direspon, memberi tahu kegiatan, ada ini enggak direspon. Pas buka WA ternyata di Jepang,” kata Dedi.
Menurut Dedi, tindakan Lucky melanggar prosedur yang mengharuskan kepala daerah mengajukan izin ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan tembusan ke gubernur jika ingin bepergian ke luar negeri.
Apalagi, saat itu Dedi sedang sibuk mengatur arus mudik dan balik Lebaran, sementara Lucky justru tidak berada di tempat.
Kejadian ini menjadi sorotan publik karena kepala daerah diharapkan tetap siaga selama periode Lebaran untuk mengawasi situasi di wilayahnya.
Dedi menyebut akan melaporkan pelesiran Lucky tanpa izin tersebut ke Kemendagri.
“ Ada di Undang-Undang itu, dilihat di Undang-Undang diberhentikan selama tiga bulan ada di situ. Saya sampaikan ke Kemendagri,” ujar Dedi.
Dedi menegaskan bahwa setiap kepala daerah seharusnya tetap siaga di wilayahnya saat Lebaran, karena banyak persoalan yang bisa muncul, seperti kemacetan dan gangguan pelayanan masyarakat.
“ Silaturahmi kia kan dengan warga, bukan luar negeri. Kemudian juga berbagai problem bisa terjadi ketika Lebaran, arus macet, kemudian berbagai peristiwa. Makanya harus standby. Apalagi ke luar negeri tanpa izin,” kata Dedi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari Lucky Hakim terkait plesirannya ke Jepang.
[ Jagad N ]












