JAKARTA, KINERJAEKSELEN.co – Permodalan menjadi salah satu permasalahan yang kerap dihadapi oleh UMKM. Lantaran tak memiliki tambahan modal, para pengusaha UMKM sering kali tak bisa mengembangkan usahanya meski memiliki banyak ide bisnis.
Mengutip hasil survei yang dilakukan oleh Pricewaterhouse Coopers, sebanyak 74 persen UMKM di Indonesia belum mendapatkan akses permodalan. Sebanyak 60,2 persen UMKM dilaporkan hanya memiliki modal yang cukup untuk bertahan dalam jangka waktu maksimal tiga bulan.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh DSInnovate kepada 1.500 pemilik UMKM, ditemukan kendala yang sama. Sebanyak 51,2 mengaku mengalami kesulitan dalam mengakses permodalan serta masalah pemenuhan atau persediaan bahan baku sebesar 46,3 persen.
Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah antara lain menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran program pembiayaan bersubsidi yang ditujukan bagi pelaku UMKM ini terus mengalami pertumbuhan. Hingga 22 Juli 2026, KUR berhasil diserap oleh 2,65 juta debitur UMKM.
Lebih dari 65 persen dari total penyaluran kredit disalurkan secara terarah ke sektor-sektor primer dan sekunder yang bernilai tambah tinggi, meliputi bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, serta industri pengolahan skala menengah-kecil.
Untuk semakin memudahkan pelaku UMKM dalam mengakses KUR, Kementerian UMKM telah menghadirkan aplikasi SAPA UMKM. Melalui aplikasi ini, Teman UMKM bisa mengajukan pembiayaan KUR. Menarik bukan?. Yuk segera daftar KUR ke SAPA UMKM agar semakin mudah mendapatkan akses permodalan.
Sumber: Kementerian UMKM












