Hari Batik Nasional 2026, CEO Kinerja Group Risdiana Wiryatni: Jaga Komitmen Melestarikan Warisan dan Dorong UMKM Batik Naik Kelas

CEO Kinerja Group Risdiana Wiryatni

JAKARTA, KINERJAEKSELEN.co – Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali posisi kain kebanggaan Indonesia di kancah nasional maupun global. Menanggapi perayaan tahunan ini, CEO Kinerja Group, Risdiana Wiryatni, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk memperkuat komitmen dalam merawat kebudayaan sekaligus memajukan industri kreatif lokal

Menurut Risdiana, batik memiliki tempat yang sangat istimewa karena telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak tahun 2009. Namun, ia menggarisbawahi bahwa pelestarian sejati tidak boleh berhenti pada sekadar mengenakan batik dalam aktivitas kedinasan atau formalitas belaka.

“Batik adalah cerminan identitas dan nilai luhur bangsa kita. Dalam dunia usaha, melestarikan batik berarti kita harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga keberlanjutannya, mulai dari mendukung kesejahteraan para perajin lokal hingga mendorong inovasi produknya agar tetap relevan di era modern,” ujar Risdiana Wiryatni dalam pernyataan medianya

Sinergi Kebudayaan dan Penguatan UMKM

Sebagai pimpinan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor dan aktif mengamati perkembangan wirausaha, Risdiana melihat industri batik sebagian besar ditopang oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di tengah perayaan Hari Batik Nasional 2026 yang mengusung geliat kreativitas daerah—seperti Puncak Acara di Surabaya dengan tema “Batik Berlayar”—tantangan nyata yang dihadapi adalah regenerasi perajin dan adopsi digital.

Risdiana mengingatkan pentingnya aspek inovasi, kreativitas, dan kepemimpinan yang baik agar batik Indonesia mampu bersaing secara global dan tidak tergerus zaman. Pelaku usaha batik dinilai harus berani melakukan transformasi digital dan menjaga standardisasi mutu dari hulu ke hilir.

“Komitmen, ketekunan, serta kemampuan berpikir positif dan kreatif adalah kunci sukses wirausaha. Jika para pelaku IKM dan UMKM batik kita dibekali dengan manajemen yang konsisten dan pemanfaatan platform digital yang tepat, batik tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga penggerak utama ekonomi kerakyatan yang tangguh,” tambahnya.

Melalui momentum Hari Batik Nasional 2026 ini, Kinerja Group berharap seluruh masyarakat Indonesia kian bangga mengenakan produk buatan dalam negeri dan bersama-sama menjaga ekosistem industri batik agar terus bertumbuh secara berkelanjutan.

[KE/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *