Catatan Risdiana Wiryatni *)
Silaturahmi dalam Islam merupakan amalan yang mulia namun seringkali disepelekan oleh kaum muslimin. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin mengatur kehidupan manusia tidak hanya tentang peribadahan kepada Allah namun juga bagaimana menjaga hubungan dengan sesama manusia.
Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain untuk saling menolong, membantu, mendukung, bekerjasama dalam menjalankan aktifitas kehidupan sehari-harinya. Islam mengajarkan untuk selalu menjaga silaturahmi, senang mengunjungi teman, kerabat/saudara, orang tua, tetangga, masyarakat, mengikuti pengajian, kajian. Hikmah selalu menjaga silaturahmi, antara lain: Menyambung tali persaudaraan, Melancarkan rezeki, Memiliki sikap empati dan terhindar dari sikap egois.
Keutamaan menjaga silaturahmi:
Silaturahmi merupakan salah satu amalan untuk menyambung tali persaudaraan yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Silaturahmi berasal dari bahasa arab yaitu Shilah yang memiliki arti hubungan dan Rahim yang memiliki arti kasih sayang.
Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT menjanjikan surga sebagai balasan bagi orang-orang yang menjaga silaturahmi. Tak hanya itu, dalam sejumlah ayat di Al-Quran juga dijelaskan pentingnya silaturahmi.
Silaturahmi memiliki banyak keutamaan. Silaturahmi menjauhkan dari api neraka. Umat muslim yang menjalin kembali silaturahmi akan terhindar dari api neraka. Seperti yang dijelaskan dalam hadist HR Bukhari dan Muslim, “Engkau menyembah Allah Swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menyambung tali silaturahmi.”
Dilancarkan rezeki dan umurnya. Silaturahmi memiliki nilai pahala yang besar. Dengan silaturahmi akan dilapangkan rezekinya, serta dipanjangkan umurnya. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim, “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.”
Dimuliakan di dunia dan di akhirat. Menyambung kembali tali silaturahmi yang telah terputus adalah sikap terpuji atau mulia yang dicintai oleh Allah Swt. Seseorang yang memiliki sikap tersebut akan dimuliakan di dunia maupun di akhirat.
Melalui silaturahmi, akan memperluas persaudaraan antar sesama. Dalam ajaran Islam kita semua adalah sama bersaudara meskipun agama kita berbeda, bukan alasan untuk saling membenci dan menghindar satu sama lain karena kita diciptakan untuk saling membutuhkan.
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari)
Berbuat baik kepada orang lain meskipun kecil akan kembali kepada diri kita dan itu sudah diatur oleh Allah Swt. maka jangan menyepelekan amal kebaikan meskipun kecil. Setiap perbuatan baik yang dilakukan, jangan sekali-kali untuk mengungkitnya, karena akan mengurangi pahala. Alim ulama atau ahli hikmah mengatakan orang yang dikatakan sukses adalah orang yang bersyukur, sabar, banyak berusaha dan bermanfaat. Orang yang memutus tali silaturahmi akan dianggap sebagai perusak kehidupan. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim “Tak akan masuk surga pemutus tali silaturahmi.”
Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga tali silaturahmi. Aamiin…..
[Disarikan dari berbagai sumber]
*) Owner Kinerja Group










