Berita  

Kesulitan Makanan, Korban Banjir di Sibolga Ramai-ramai Jarah Indomaret Hingga Gudang Bulog

Indomaret Jadi Sasaran Penjarahan/Foto: Dok. Indomaret

KINERJAEKSELEN.co, Medan – Banjir bandang, longsor, dan angin kencang melanda Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menyebabkan puluhan korban jiwa, ribuan pengungsi, dan kerusakan infrastruktur parah.

Jalur utama seperti dari Tarutung (Tapanuli Utara) ke Sibolga tertimbun longsor sehingga menghambat pengiriman makanan dan kebutuhan pokok. Hingga 5 hari pascabencana, bantuan belum tiba secara signifikan.

Akses jalur darat yang terputus akibat longsor membuat logistik bantuan sulit mencapai korban, memicu kepanikan warga yang mengalami kelaparan.

Warga di daerah seperti Pandan, Hutabalang, dan Pinangsori kesulitan akses makanan, dengan pasar tradisional kosong karena pasokan terputus.

Gerai Indomaret di Sibolga menjadi target utama, diikuti Alfamidi dan minimarket di Tapteng. Video viral menunjukkan ratusan warga merangsek masuk dan mengambil barang seperti beras, makanan ringan, dan kebutuhan pokok.

Insiden serupa juga menyasar minimarket lain seperti Alfamidi dan bahkan Gudang Bulog di Sarudik, Sibolga.

Warga mengaku bertindak karena  setelah berhari-hari tanpa makanan memadai. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan ini bukan niat jahat, melainkan respons panik karena beberapa warga belum makan selama beberapa hari.

Insiden ini mencerminkan retaknya kepercayaan publik terhadap penanganan bencana pemerintah, di mana keterlambatan distribusi memperburuk krisis kemanusiaan. Fenomena serupa terjadi di Aceh Tamiang, menunjukkan urgensi respons cepat. Saat ini (30/11/2025), upaya evakuasi dan bantuan udara terus dilakukan, dengan Gubernur Sumut meninjau lokasi dan menginstruksikan penataan posko pengungsi.

[sam/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *