JAKARTA, KINERJAEKSELEN.co – Untuk memperkuat likuiditas perbankan, pemerintah memastikan akan menempatkan dana hingga Rp400 trilun ke bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara [Himbara]
Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga fungsi intermediasi perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit yang diproyeksikan dapat mencapai 14-15 persen pada 2026.
Tambahan likuiditas tersebut, kata Purbaya, diberikan sebagai respon atas kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat. Bendahara negara ini menambahkan, dengan ruang likuiditas yang lebih besar, perbankan diharapkan dapat kembali meemperluas penyaluran kredit ke sektor riil.
“ Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi, harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lagi lagi,” kata Menkeu Purbaya dalam media breiefing di Jakarta, Jumat [26/6/2026], dikutip dari wartaekonomi.co.id.
Purbaya mengatakan, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo untuk menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah menilai, perbaikan likuiditas akan meningkatkan kepercayaan dunia usaha sekaligus mendorong investasi.
“Pak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikan perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari,” katanya.
Mantan Ketua LPS tersebut menambahkan, penguatan likuiditas juga bertujuan mengembalikan mekanisme pasar agar fungsi intermediasi perbankan berjalan lebih efektif.
“Jadi saya memaksa market mechanism berjalan,” ujar Purbaya.
Berdasarkan komunikasi pemerintah dengan industri perbankan, tambahan likuiditas tersebut memungkinkan bank kembali merealisasikan ekspansi kredit yang sebelumnya ditahan karena mengantisipasi keterbatasan dana.
“Mereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan tumbuh turun pertumbuhannya ke 8 persen, 7 persen, 6 persen. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang mereka selama ini tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13-14 persen,” katanya.
Purbaya optimistis apabila likuiditas tetap terjaga sesuai desain pemerintah, pertumbuhan kredit nasional dapat meningkat hingga kisaran 14-15 persen pada tahun ini.
“Kalau uangnya diatur cukup seperti yang kita desain, pertumbuhan kredit tahun ini tebakan saya bisa 14-15 persen,” ujarnya.
Purbaya juga memastikan kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan tidak akan mengganggu kondisi fiskal negara. Menurut dia, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Yang jelas, kondisi fiskal aman, defisit tidak akan lebih 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar,” pungkasnya.
Sumber: wartaekonomi.co.id












