Ditolak Masuk, Pesawat Maskapai Ethiopia Dilarang Mendarat di Tel Aviv karena Pilot Warga Negara Indonesia

Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Ethiopia dilaporkan dilarang melakukan pendaratan oleh otoritas penerbangan sipil setempat. Penolakan tersebut terjadi setelah diketahui bahwa pilot yang mengomandoi penerbangan tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI). Foto. Disway/Ist

JAKARTA, KINERJAEKSELEN.co  – Sebuah insiden diplomatik dan operasional penerbangan terjadi di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv. Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Ethiopia dilaporkan dilarang melakukan pendaratan oleh otoritas penerbangan sipil setempat. Penolakan tersebut terjadi setelah diketahui bahwa pilot yang mengomandoi penerbangan tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat yang bertolak dari Addis Ababa tersebut sedianya dijadwalkan mendarat di Tel Aviv untuk menurunkan penumpang dan melanjutkan rute operasional. Namun, saat mendekati wilayah udara yang dikendalikan oleh otoritas bandara, menara pengawas memberikan instruksi penolakan izin melintas dan mendarat.

Otoritas bandara setempat dilaporkan mengambil keputusan ketat tersebut akibat regulasi terkait dokumen dan asal kewarganegaraan kru pesawat. Mengingat Indonesia dan pihak otoritas setempat tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, kehadiran kru penerbangan berpaspor Indonesia dalam penerbangan komersial menuju wilayah tersebut memicu kendala administratif dan keamanan yang berujung pada pengusiran pesawat dari ruang udara mereka.

Menanggapi larangan mendarat tersebut, pilot asal Indonesia itu terpaksa melakukan prosedur pengalihan penerbangan (divert). Pesawat Ethiopia tersebut akhirnya dialihkan ke bandara internasional terdekat di negara tetangga untuk melakukan pengisian bahan bakar serta memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru.

Pihak maskapai Ethiopia hingga saat ini dikabarkan tengah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas penerbangan internasional untuk menyelesaikan kesalahpahaman operasional ini. Manajemen maskapai juga berkomitmen untuk melakukan penyesuaian jadwal kru guna memastikan rute penerbangan menuju Tel Aviv tidak lagi mengalami kendala serupa di masa mendatang.

Kasus ini menjadi sorotan tajam di dunia penerbangan internasional terkait kompleksitas regulasi udara yang melibatkan aspek kewarganegaraan kru pesawat di wilayah konflik atau area tanpa hubungan diplomatik.

Tanggapan Resmi Kemlu RI

Merespons insiden tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI angkat bicara. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pihak kementerian bersama dengan Perwakilan RI terkait, termasuk KBRI Addis Ababa di Ethiopia, terus memantau secara aktif perkembangan informasi serta memastikan perlindungan terhadap kondisi pilot WNI tersebut.

Kemlu RI secara tegas melayangkan kritik terhadap tindakan otoritas setempat. Yvonne menegaskan bahwa kebijakan penolakan tersebut merupakan praktik yang mencederai aturan penerbangan internasional.

“Praktik ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan semangat fasilitasi penerbangan internasional,” ujar Yvonne Mewengkang dalam keterangan resminya kepada media, Rabu (14/10/2026)

Meskipun Indonesia tidak mengakui dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan pihak otoritas di Tel Aviv, Kemlu menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengupayakan seluruh jalur komunikasi yang memungkinkan, terutama melalui koordinasi di Ethiopia, guna memberikan perlindungan maksimal bagi warga negaranya.

Selain itu, Kemlu RI mencatat penjelasan dari pihak maskapai yang menyebut insiden ini terjadi akibat kurangnya koordinasi internal di manajemen penerbangan mereka. Pemerintah Indonesia mendorong Ethiopian Airlines melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, sekaligus memastikan hak-hak pilot WNI tersebut sebagai pekerja tetap terpenuhi tanpa adanya tindakan diskriminatif lanjutan.

Berdasarkan laporan terbaru dari maskapai, pilot WNI yang bersangkutan saat ini dalam kondisi aman dan telah dialihkan penugasannya ke rute penerbangan internasional lainnya. Pihak Ethiopian Airlines memastikan tidak ada gangguan operasional berarti pada aktivitas penerbangan mereka pasca-insiden tersebut.

[KE/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *