KINERJAEKSELEN.co, Makassar – Menapaki penghujun tahun 2023, Forum Akademisi Muslim Indonesia menyelenggarakan Dialog Tokoh Umat, Refleksi Akhir Tahun 2023 yang mengulas balik tentang hukum, politik, ekonomi, sosal, budaya, dan pendidikan.
Turut hadir dalam pembicara Dewan Pembina PWRI Sulawesi Selatan Dr. Muhammad Arafah. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Kehutanan, Unhas, 31 Desember 2023.
Dewan Pembina PWRI Sulsel Dr. Muhammad Arafah, memaparkan bahwa fakta di depan mata telah terjadi revolusi dalam pendidikan, termasuk dalam proses pembuatan kebijakan kurikulum yang telah berubah beberapa kali mulai dari masa orde lama sampai masa reformasi.
“ Saat ini perlu adanya gagasan kritis tentang bagaimana kebijakan-kebijakan pendidikan bisa menjembatani perubahan yang cepat. Hari ini pembelajaran beralih pada bentuk multidisiplin, kolaborasi, inklusif, interkoneksi, dan lain-lain namun terkadang lupa pada aspek moral baik pada peserta didik ataupun pengajar dengan beberapa rentetan-rentetan kejadian yang menimpa guru dan murid pada beberapa kasus. Karena itu, pendidikan yang baik tanpa didukung aspek moral yang baik maka kebijakan kurikulum pendidikan dipertanyakan, tentu kita harus menjadi bagian dalam proses perubahan perbaikan di dalamnya,” kata Dr. Muhammad Arafah.
“ Bahwa kebijakan pemerintah yang mendorong perubahan ke arah yang lebih baik, kita sambut dengan positif dan tetap kita kritis terhadap implementasi kebijakan yang tidak sesuai. Karena semuanya itu adalah untuk mempercepat berbagai hal terkait dengan penyelenggaraan, proses, dan mutu khusunya pada bidang pendidikan,” jelas Dewan Pembina PWRI Sulsel.
Ditegaskan pula, pentingnya membangun SDM; pekerja keras, dinamis, terampil, serta menguasai ilmu pengetahuan yang di landasi dengan kepribadian yang dilandasi ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, bekal ini akan mengundang para talenta untuk ikut bekerja sama.
“ Pendidikan hari ini terkait juga dengan akses teknologi, oleh karena itu menurut Dr. Muhammad Arafah, sekarang ini sebuah keniscayaan bahwa pendidikan tidak terpisahkan dengan dunia teknologi, dalam hal ini teknologi informasi dan komunikasi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa kepemimpinan dalam pendidikan hari ini berbeda dengan kepemimpinan pendidikan masa lalu karena perubahan situasi geopolitik, global, teknologi, dan partisipasi publik yang terus berkembang.
“Dunia pendidikan membutuhkan kepemimpinan yang bersih, yang mengayomi, yang melindungi, yang mempunyai pikiran-pikiran tajam ke depan, yang bisa memprediksi apa yang terjadi di masa akan datang, serta mencoba membumikannya dalam program yang menyentuh kepentingan dan kebutuhan masyarakat luas,” terangnya.
Sementara perwakilan dari Forum Akademisi Muslim Indonesia Dr. Mursyid Najamuddin, menyampaikan bahwa kita harus melakukan introspeksi dan perbaikan amal serta introspeksi dan koreksi.
“ Tentu ini sejalan dengan nasehat para pendahulu kita. “Tidaklah seorang hamba menjadi bertaqwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan temannya,” kata Dr. Mursyid Najamuddin
Dikatakannya pula bahwa, dalam dialog akhir tahun 2023 ini terdapat ada dua tujuan dalam perbaikan diri, yaitu: menyadari kesalahan dan kekeliruan dalam amal perbuatan serta bersegera menaati perintahNya.
Dan kepada semua undangan yang hadir dan yang berpartisipasi dalam dialog akhir tahun ini atas nama penyelenggara mengucapan terima kasih atas kehadiran para tokoh umat. Semoga ke depan dengan kegiatan ini kita semua bisa melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dikerjakan dan kedepan kita perbaiki dan kita tingkatkan dalam rangka menggapai ridho Allah SWT.
(ltf).












