Padang Dikepung Banjir Bandang: Ratusan Warga Dievakuasi, Tanggul dan Akses Jalan Terputus

Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi terhadap korban banjir di Kecamatan Koto Tangah, Padang, pada Sabtu (10/10). (Foto: ANTARA/HO-SARPadang)

PADANG, KINERJAEKSELEN.co – Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang kembali mengepung sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (10/10/2026) siang hingga malam hari. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat berdurasi panjang memicu luapan sungai utama yang kemudian menerjang kawasan permukiman warga dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1,5 meter di beberapa titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bergerak cepat mengerahkan tim reaksi cepat ke lokasi terdampak guna mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Aliran arus yang sangat deras sempat membuat situasi mencekam karena beberapa warga terpaksa naik ke loteng untuk menyelamatkan diri dari terjangan air bah.

Tiga Kecamatan Paling Terdampak

Berdasarkan data sementara yang dihimpun redaksi di lapangan, bencana ini berdampak serius pada ratusan kepala keluarga. Banjir luapan ini merendam puluhan kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan utama:

Kecamatan Kuranji: Menjadi wilayah paling parah dengan arus banjir yang merusak beberapa fasilitas publik dan merendam puluhan rumah warga.

Kecamatan Koto Tangah: Luapan sungai menggenangi kompleks perumahan serta area pertanian warga dengan cepat.

Kecamatan Nanggalo: Pemukiman yang berada di sekitar bantaran sungai mengalami genangan air yang cukup tinggi akibat luapan debit air.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan kebencanaan terus bersiaga di titik-titik rawan untuk mengantisipasi potensi luapan susulan mengingat cuaca di sekitar wilayah hulu sungai masih terpantau mendung pekat.

Evakuasi dan Kerusakan Infrastruktur

Proses evakuasi warga berjalan dramatis karena petugas harus melawan arus yang cukup kuat menggunakan perahu karet. Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga berhasil dievakuasi ke posko pengungsian darurat dan tempat ibadah terdekat yang dinilai lebih aman. Beruntung, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kendati demikian, kerusakan infrastruktur dilaporkan cukup signifikan. Akses jalan penghubung antar-kampung di beberapa kelurahan terputus akibat longsoran material dan tanggul sungai yang jebol tidak mampu menahan tekanan air yang masif.

Pihak pemerintah kota menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh, khususnya bagi mereka yang tinggal di sepanjang aliran sungai, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *