Maret 2026, kunjungan wisman ke Sumut tembus 24 ribu, Malaysia penyumbang terbesar

 

Medan, KINERJAEKSELEN.co — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mencatat trend positif pada sektor pariwisata sepanjang kuartal pertama 2026. Hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) relatif stabil dengan total 24.600 kunjungan.

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan, performa pariwisata Sumut dalam tiga bulan terakhir menunjukkan konsistensi yang cukup baik. Dimulai dari 22.583 kunjungan pada Januari, angka tersebut naik menjadi 24.851 pada Februari, sebelum akhirnya sedikit terkoreksi pada Maret.

Meski secara bulanan (month-to-month) jumlah kunjungan wisman pada Maret 2026 mengalami penurunan tipis sebesar 1,01 persen dibandingkan Februari, namun pertumbuhan secara tahunan menunjukkan lonjakan drastis.

“Jika dibandingkan dengan Maret 2025 (year-on-year), jumlah kunjungan wisman kita meningkat signifikan sebesar 43,40 persen. Ini menunjukkan kinerja pariwisata yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Asim, Jumat (15/5/2026).

Negara tetangga Malaysia masih menjadi pasar utama pariwisata Sumatra Utara dengan kontribusi hampir mencapai separuh dari total wisman.

Lima negara utama penyumbang wisman periode Maret 2026, yaitu Malaysia 39,73 persen, Singapura 5,10 persen, Tiongkok 3,24 persen, Jerman 1,91 persen, dan Australia 1,47 persen.

Menariknya, meski kunjungan dari Malaysia dan Singapura sempat menurun secara bulanan, masing-masing 16,58 persen dan 23,80 persen, wisman dari negara-negara jauh justru mengalami kenaikan pesat. Kunjungan dari Jerman melonjak 31,28 persen, disusul Australia naik 24,91 persen, dan Tiongkok naik 12,55 persen.

Sejalan dengan stabilnya kunjungan wisman, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Sumatra Utara juga naik. Pada Maret 2026, TPK hotel berbintang mencapai 41,58 persen, naik dari 40,67 persen pada bulan sebelumnya.

Hotel bintang 5 mencatatkan okupansi tertinggi sebesar 53,22 persen dan hotel non-bintang mengalami kenaikan pesat dari 21,83 persen menjadi 26,38 persen.

“Peningkatan TPK hotel non-bintang yang naik 4,55 poin secara bulanan ini dipengaruhi oleh periode libur Lebaran. Secara total, TPK gabungan seluruh hotel di Sumatra Utara meningkat dari 28,54 persen menjadi 31,82 persen,” ucap Asim, seperti dikutip dari mistar.id, Minggu (17/5/2026) malam.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *