Hikmah Maulid Nabi, Meneladani Nabi Muhammad SAW

Risdiana Wiryatni

Catatan Risdiana Wiryatni *)

Tanggal 12 Rabiul Awal 1441 H, bertepatan dengan tanggal 16 September 2024 seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.

Dalam catatan historis, Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.

Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad SAW.sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.

Banyak hikmah yang bisa dipetik oleh para umat islam ketika memperingati Maulid Nabi, diantaranya adalah meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rezeki yang diberikan kepada kita umat manusia.

Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, hikmah yang bisa kita petik adalah mengajarkan keadilan. Nabi Muhammad SAW merupakan contoh pemimpin yang sempurna dan adil. Hikmah yang bisa dipetik adalah, penting untuk memperlakukan semua orang dengan adil meskipun berasal dari suku, agama, dan ras yang berbeda.

Kita tidak boleh membedakan perilaku kita hanya karena kita tidak berasal dari suku, agama, dan ras yang sama. Karena derajat semuanya sama di mata Allah SWT.

Mengajarkan Kedermawanan dan Kemurahan Hati. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang sangat patut untuk dikagumi. Bagaimana tidak, sosoknya sangatlah dermawan dan murah hati. Maka dari itu, penting bagi kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama dan berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan.

Marilah kita jadikan peringatan maulid Nabi Muhammad setiap tanggal 12 Rabiul Awal sebagai bukti kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana sabda beliau; “barang siapa yang mencintaiku, maka kelak dia akan bersamaku di surga”.

Meneguhkan Kecintaan kepada Rasulullah SAW

Hikmah Maulid Nabi SAW berikutnya bagi seorang mukmin adalah memupuk kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

Kecintaan pada utusan Allah ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri. Rasulullah bersabda, “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tua dan anaknya. (HR. Bukhari).”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *