Kenali gejala penyakit diabetes yang sering diabaikan

Foto ilustrasi VOI.id

MEDAN, KINERJAEKSELEN.co — Penyakit diabetes atau yang sering dikenal oleh masyarakat umum sebagai penyakit kencing manis, merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) di dalam darah.

Glukosa adalah sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Namun, agar glukosa bisa masuk ke dalam sel dan diubah menjadi energi, tubuh membutuhkan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas.

Pada pengidap diabetes, tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup, atau sel-sel tubuh menjadi kebal terhadap insulin (resistensi insulin) sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Mengenali gejala penyakit diabetes sejak dini sangatlah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Ada tiga gejala klasik yang sering muncul dan dikenal dengan istilah ā€œ3Pā€, yaitu poliuria (sering buang air kecil, terutama di malam hari), polidipsia (rasa haus yang ekstrem dan tidak berkesudahan), serta polifagia (rasa lapar yang terus-menerus meskipun sudah makan).

Kondisi ini terjadi karena ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring dan membuang kelebihan gula melalui urine, yang pada akhirnya menarik banyak cairan tubuh dan memicu dehidrasi.

Selain tiga gejala utama tersebut, ada beberapa tanda lain yang sering diabaikan. Misalnya, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, luka yang sangat sulit atau lama sembuh, penglihatan yang tiba-tiba menjadi kabur, hingga rasa kesemutan atau mati rasa pada ujung jari tangan dan kaki.

Kelelahan yang ekstrem juga sering dikeluhkan karena sel tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa yang cukup untuk dijadikan energi. Jika kamu mengalami berbagai keluhan tersebut, kamu sedang membutuhkan diagnosis medis. Jika kamu mengalami gejala penyakit diabetes yang menetap, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan penanganan medis dan diagnosis yang akurat.

Meskipun diabetes tidak bisa disembuhkan secara total, kondisinya sangat bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup, pola makan yang tepat, dan penggunaan obat-obatan atau suplemen pendukung. Memantau kadar gula darah secara rutin di rumah dan menjaga asupan nutrisi yang mendukung kesehatan saraf sangatlah dianjurkan, seperti dikutip dari halodoc.com, Senin (29/6/2026) pagi.

(KTS/rel)

Sumber: halodoc.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *