Ombudsman RI Perwakilan Sumut akan panggil paksa Rektor UINSU

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar,

 

KINERJAEKSELEN.co, Medan–Setelah mangkir dari panggilan Ombudsman RI Perwakilan Sumut, pekan depan, Senin (7/2/2022) Ombudsman akan melakukan panggilan kedua kepada Rektor UINSU. Namun jika tidak diindahkan, maka akan dipanggil paksa.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, yang dikonfirmasi Senin (31/1/2022) sore, menyebutkan, surat panggilan kedua langsung dilayangkan hari ini juga. “Kami minta Rektor UIN Sumut hadir pada Senin, 7 Februari 2022, pukul 14.00 WIB ke Kantor Ombudsman Sumut secara langsung, tanpa diwakilkan,” ujarnya.

Ditegaskan Abyadi, Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap sudah dua kali tidak hadir ke Ombudsman. Pertama untuk memenuhi undangan pemberian klarifikasi atas laporan masyarakat pada 12 Januari 2022, dan kedua tidak hadir memenuhi panggilan pertama.

“Jika pada panggilan kedua, beliau tetap tidak hadir untuk dilakukan pemeriksaan, maka sesuai dengan kewenangan yang dimiliki Ombudsman, kami akan meminta bantuan Polda Sumut untuk menghadirkannya ke Ombudsman secara paksa,” tegasnya.

Dengan alasan menerima kunjungan pejabat Kementerian Departemen Agama, Rektor UINSU, Syahrin Harahap mengutus adiknya, Solahuddin Harahap bersama salah seorang staf di lembaga pendidikan berbasis agama itu, M Harahap. Namun lembaga perlindungan pelayanan publik ini menolak dan mengusir kedua utusan Rektor tersebut. Salahuddin Harahap mengaku mewakili Rektor, datang memenuhi panggilan Ombudsman, terkait carut marutnya penerimaan Dosen Tetap BLU Non PNS di kampus plat merah itu.

Penolakan Ombudsman Sumut karena yang datang memenuhi panggilan bukanlah rektor atau pejabat yang berwenang dalam penerimaan dosen BLU itu, melainkan adik kandung Rektor yang dianggap tidak berkompeten.

Seyogianya, berdasarkan surat panggilan pertama Ombudsman RI Perwakilan Sumut Nomor: B/0038/LM.11-02/I/2022 tertanggal 20 Januari 2022, Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap diminta hadir pada Senin, 31 Januari 2022, secara langsung tanpa diwakilkan untuk memberikan keterangan sebagai terlapor pada pukul 10.00 WIB.

Namun, hingga waktu yang ditetapkan, Prof Syahrin tak kunjung datang, dan sekitar pukul 15.00 WIB, yang datang ke Ombudsman malah Salahuddin, yang diketahui sebagai adik kandung Rektor.

Salahuddin beralasan, Prof Syahrin tidak dapat menghadiri panggilan Ombudsman karena saat ini pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Agama sedang berada di UIN Sumut melakukan audit pemeriksaan.

“Meski dia adik Rektor, dia tak berkompeten. UIN ‘kan bukan kampus milik keluarga, dan dia bukan pejabat UIN Sumut yang berwenang. Yang kami panggil rektor untuk diperiksa dan dimintai keterangan terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan sejumlah kejanggalan dalam penerimaan dosen BLU itu berdasarkan laporan masyarakat. Jadi harus yang bersangkutan langsung datang, tidak bisa diwakilkan,” ujar Abyadi.

Adanya pihak Inspektorat Kementerian Agama di UIN Sumut yang sedang melakukan audit, dikatakan Abyadi, tidak dapat dijadikan alasan untuk bisa mangkir dari panggilan Ombudsman.

Abyadi memastikan akan melakukan panggilan kedua. “Alasan ketidakhadiran karena adanya Inspektorat di UIN Sumut tidak bisa diterima. Karenanya kami kembali melayangkan surat panggilan kedua,” ujar Abyadi sembari menjelaskan bahwa surat panggilan kedua langsung dilayangkan hari ini juga. “Kami minta Rektor UIN Sumut hadir pada Senin, 7 Februari 2022, pukul 14.00 WIB ke Kantor Ombudsman Sumut secara langsung, tanpa diwakilkan,” ujarnya.

Ditegaskan Abyadi, Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap sudah dua kali tidak hadir ke Ombudsman. Pertama untuk memenuhi undangan pemberian klarifikasi atas laporan masyarakat pada 12 Januari 2022, dan kedua tidak hadir memenuhi panggilan pertama.

“Jika pada panggilan kedua, beliau tetap tidak hadir untuk dilakukan pemeriksaan, maka sesuai dengan kewenangan yang dimiliki Ombudsman, kami akan meminta bantuan Polda Sumut untuk menghadirkannya ke Ombudsman secara paksa,” tegasnya.

Informasi yang diperoleh di lapangan, ketidakhadiran Prof Syahrin Harahap memenuhi panggilan Ombudsman karena khawatir dirinya akan didemo mahasiswa dan masyarakat di Kantor Ombudsman.

Sebab, karena diketahui akan ada pemeriksaan terhadap Rektor UIN Sumut, sejak Senin dini hari (31/1/2022), terlihat sudah ada spanduk berisikan dukungan terhadap Ombudsman Sumut untuk memeriksa Rektor dan membongkar segala kejanggalan dan kecurangan yang terjadi dalam penerimaan dosen tetap BLU di UIN Sumut.

Apalagi, menurut sebuah sumber di kampus itu yang minta namanya dirahasiakan, Inspektorat Kementerian Agama dijadwalkan akan berada di UIN Sumut hingga 12 Februari 2022, untuk melakukan audit pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan penggunaan keuangan BLU TA 2021 di UIN Sumut.

“Itu hanya alasan yang dibuat-buat oleh Prof Syahrin untuk menghindar dari panggilan Ombudsman. Kesannya rektor itu melecehkan lembaga Ombudsman, sebab sudah dua kali tidak hadir,” ujar sumber.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *