banner 728x250

PT Wanatiara Persada, Ekonomi Lingkar Tambang, dan Rencana Pendirian Laboratorium Pertanian

Tempat tinggal para Karyawan PT WP Site Haul Sagu

 

KINERJAEKSELEN.co, Halsel – Sebagai perusahaan tambang, PT Wanatiara Persada Site Haul Sagu tentunya sejak awal telah punya perencanaan yang matang dalam menentukan kemajuan perusahaan. Segala macam bentuk kebijakan perusahaan pastinya akan melalui pertimbangan matang dalam menyikapi problem yang datang silih berganti.

PT Wanatiara Persada (PT WP) dimasa pandemi, telah berkontribusi besar dalam menjalankan protkes. Diketahui PT WP di tahun 2021 telah menghadirkan fasilitas laboratorium polymerase chain reaction atau PCR sebagai bentuk loyalitasnya terhadap aturan pemerintah dalam menekan lajunya kasus Covid 19.

Menjawab pertanyaan wartawan media ini, Darmanusa Alting Vice GM HR dan PR, PT WP, menyederhanakan capaian kebijakan perusahaan dalam bentuk yang lebih segnifikan dan terukur.

Darmanusa Alting Vice GM HR & PR PT Wanatiara Persada

Di tumui diruang kerjanya, Darmanusa Alting menjelaskan beberapa kebijakan perusahaan dimasa penademi. Darmanusa dalam paparan singkatannya menjelaskan perusahan di masa pandemi telah mengambil kebijakan yang dirundingkan dengan pimpinan perusahaan di dalam menyediakan bajet kesejahteraan bagi karyawan dimasa pandemi hingga sekarang yang walau telah mambaik, namun protkes masih tetap diterapkan.

“Selain menghadirkan PCR ditahun kemarin, jalannya perusahan memang sangat terganggu disaat pesatnya Covid.Tapi selama masa pandemi pihak perusahaan telah memberi tunjangan kesejahteraan untuk seluruh karyawan. Dari mulai Rp 60ribu hingga naik 90ribu, dan hingga sekarang 60ribu rupiah dan itu masih terus disalurkan disaat sekarang meski sudah mulai normal” jelas Darmanusa pada 18/7 beberapa hari lalu.

Dalam tahap pemulihan ekonomi perusahaan, karyawan, dan masyarakat lingkar tambang, PT WP melalui CSR telah membuat tren baru dalam rangka pemenuhan kebutuhan serta menjalankan amanat undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah terhadap perusahaan tambang. Bukan sekedar berinofasi terkait bantuan dalam bentuk tidak berkelanjutan seprti bantuan sosial dalam bentuk semabako dan bantuan sosial lainnya, namun, PT WP sendiri melalui CSRnya telah memompa bantuan dalam bentuk PPM yang berkelanjutan.

Program PT WP dalam bentuan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan Corporate Social Responsibility atau CSR, pada tahun 2019 hingga 2020 telah memprogramkan pembentukan kelompok tani. Dan hasilnya pada tahun 2021, PT WP diberi penghargaan langsung oleh kementerian Investasi atas capaiannya dalam mengelola sektor pertanian lingkar tambang.

Seiring berjalannya waktu, saat ini ditahun 2022, kelompok para kelompok telah melakukan pemberdayaan kemandirian dan telah mandiri dalam mengelola hasil tani menjadi Usaan Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Sebagaimana di jelaskan oleh Vice Manager CSR PT WP Sandri Sanangka bahwa prestasi PT WP dalam pengembangan inovasi PPM lingkar tambang sangat maju pesat, khususnya program PPM di sektor pertanian. Jadi menurut Sandri, adalah sebuah kewajar jika PT WP menerima penghargaan karena semula kelompok tani yang bertanam dengan cara tradisional kini menjadi petani sudah menggunakan sistim tanam hidroponik.

“Wajar jika kementerian Investasi memberi penghargaan kepada kami di Wantiara, karena program PPM kami dari 2019 hingga 2021 sangat membantu masyarakat kecamatan Obi khususnya masyarakat lingkar tambang dari awal bertanam dengan cara tradisional hingga kini sudah mampu bercocok tanam dengan sistem hidroponik” ujar Sandri.

Menapaki perjalanan program PPM yang telah berjalan beberapa tahun tersebut, dan atas capaiannya menerima penghargaan, CSR PT WP berkelanjutan berinofasi dengan trend baru yakni menanam jenis sayuran yang tumbuh di daerah dingin dikembangkan untuk bisa tumbuh di daerah tropis.

“Inofasi dan tren terbaru saat ini untuk petani kita itu menanam tanam daerah pegunungan untuk bisa tumbuh di daerah dataran rendah. Inovasi ini di coba oleh petani kita, dan Alhamdulillah berhasil. sayuran itu di antaranya bunga kol, wortel putih, dan kol” ucap Sandri.

Hasil dari program petani tersebut, perusahaan sendiri telah mengkonsumsinya tanpa mendatangkan sayur dari petani dari luar. Menurut Sandri, hal tersebut telah terkafer oleh kementerian SDM melalui laporan perusahaan disetiap 6 bulannya oleh perusahaan.

Atas Dasar itu, PT WP adalah satu-satunya perusahan tambang di Maluku Utara yang di undang Kementerian Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka Ulang Tahun SDM yang bertumpu pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Berinovasi.

“Ini sudah terkafer ke SDM karena 6 bulan itu kita harus lapor ke SDM. dan SDM melihat itu. Dan kami diundang ke ulang tahun SDM sebagai satu-satunya perusahaan di Maluku Utara yang di undang” beber Sandri.

Pertanian yang menjadi program unggulan PT WP pada saat ini, sudah tidak lagi di biayai oleh PT WP. Seluruh kegiatan pertanian kini telah menjadi UMKM. Bahkan Sandri menyebutkan, “Omset kelompok tani sekrang berkisar 300 hingga 400 juta rupiah perbulannya. Selain omset yang mereka dapat, para kelompok tanipun UMKMpun telah masing-masing memiliki mobil pick up dan kapal” katanya.

Selain sayur, para petani juga sudah mampu memproduksi semangka dengan tingkat produksi yang menjanjikan. UMKM yang bergerak di sektor pertanian yang awalnya di canangkan oleh PT WP, kini dapat memproduksi buah semangka mencapai 10 ton perbulan. Bahkan lanjut Sandri, “beberapa produksi jenis lainnya seperti mentimun juga masuk. Dan kita punya kebun buah naga yang mencapai 1 hektar dan itu di konsumsi oleh PT WP. Dan nantinya di Wanatiara Persada di tahun 2025 sudah dapat menikmati lemon manis yang sudah ditanam dan ditumbuh kembangkan saat ini” imbuhnya.

Sebaga langkah kedepan atas kendala para petani yang telah dibimbing, ditahun 2023 nanti, Manager CSR muda ini katakan bahwa akan mendirikan laboratorium.

Sandri berharap Pemerintah provinsi Maluku Utara dan khususnya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat berkeinginan dan membantu perusahaan dalam proses rencana pendirian laboratorium pertanian yang menjadi target perusahaan sebagi sentral pendidikan pertanian khususnya warga Obi dan umumnya Universitas yang ada di Maluku Utara dalam bidang ilmu pertanian.

“Kendala petani kita saat ini adalah yang belum ada di provinsi Maluku Utara. Kalau memang pemerintah teratik dan berkeinginan dan membantu kami. Harapan kami terhadap pemerintah provinsi dan khususnya kabupaten bisa membantu kami mendirikan salah satu laboratorium pertanian di provinsi Maluku Utara. Karena Target kami adalah kami ingin jadikan pulau Obi atau petani kami sebagai sentral pendidikan pertanian bagi beberapa Universitas yang di Maluku Utara” pinta Sandri Sanangka.

Diakhir, Sandri memberi prayer terhadap PT Wanatiara agar supaya dalam ulang tahun Kementerian SDM nanti, mendapatkan penghargaan yang terbaik oleh Kementerian SDM.

“Doa dan harapan kami, kedepan Insha Allah dapat diberikan penghargaan terbaik oleh SDM dalam program kami” tutup Sandri.

 

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *