Thomas Inau Anak Patrick Agus: Pelaku Budaya Punya Andil Besar Tanamkan Nilai-nilai Luhur dan Budi Pekerti

Thomas Inau Anak Patrick Agus saat menerima penghargaan Kinerja Award 2026

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Pelaku budaya berperan penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan melestarikan warisan kebudayaan kepada masyarakat. Pelaku budaya merupakan contoh keteladanan dalam pemajuan kebudayaan.

Hal itu dikatakan  Thomas Inau Anak Patrick Agus, sang maestro budaya dari Sarawak, Malaysia.

“Pelaku budaya mempunyai andil besar menanamkan nilai luhur, pekerti, dan sosial, sebagai wajah asli kebudayaan. Penanaman nilai luhur melalui budaya dilakukan dengan mengintegrasikan kearifan local dan  tradisi dalam kehidupan sehari-hari serta pendidikan untuk membentuk karakter bangsa,” ” ungkap Thomas Inau Anak Patrick Agus melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

 

“ Api kebudayaan akan terus menyala selama ada tangan-tangan yang merawatnya,” ujarnya.

Thomas Inau Anak Patrick Agus [tengah]
Melalui budaya, kata Thomas, bisa menjauhkan generasi muda dari pergaulan negative, seperti narkotika, minuman keras dan perilaku tidak terpuji lainnya.

Menurutnya, kenakalan oleh anak atau remaja sudah seharusnya menjadi perhatian khusus dan harus ditindak lanjuti dengan tegas karena hal ini merupakan ancaman besar bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang.

“Nilai nilai kearifan lokal harus lebih banyak diperkenalkan kepada para remaja agar mereka memiliki ketahanan mental dalam menghadapi perubahan sosial dan era globalisasi dan era digital saat ini. Berbagai nilai kearifan lokal ini hendaknya dipahami dan diimplementasikan, bukan sekedar disimpan dalam lembaran kertas atau hanya warisan bangsa yang tertata rapih dalam museum semata,” ungkapnya.

Thomas kembali berujar, kebudayaan adalah nilai-nilai luhur yang mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat. Ia menjadi ciri khas yang membedakan satu kelompok atau bangsa dengan bangsa lainnya.

Kebudayaan, lanjut dia,  berfungsi sebagai kompas yang membimbing manusia dalam berinteraksi, bertindak, dan membuat keputusan sehari-hari.

Di Tengah kesibukannya berkarir sebagai professional bidang Kesehatan, Thomas masih menyisihkan waktunya untuk menggembleng anak-anak remaja dengan berbagai kegiatan positif, seperti berlatih pencak silat, maupun produk budaya lainnya dengan memperkokoh kearifan lokal.

“Kebudayaan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, menjadikannya jiwa yang terus tumbuh dan beradaptasi seiring waktu. Sebagai ruh kehidupan, kebudayaan memberikan kesadaran, arah, dan makna pada eksistensi manusia, bukan sekadar kelangsungan fisik belaka,” kata Thomas.

Thomas mengatakan, kebudayaan mendidik individu untuk meniru perilaku baik (teladan) sebagai bagian dari tanggung jawab social.

“ Pertanggungjawaban adalah bagian kodrati dari kehidupan manusia yang menunjukkan manusia sebagai makhluk berakal yang sadar akan kewajibannya. Kewajiban kita, menjaga nilai-nilai luhur budaya, menjaga anak-anak kita, generasi kita agar mencintai budayanya sendiri. Ini adalah benteng agar mereka tidak salah jalan,” ungkapnya,

Thomas menilai, budaya dan pertanggungjawaban kehidupan adalah dua aspek yang saling berkaitan, di mana nilai-nilai budaya membentuk kesadaran manusia akan kewajibannya kepada Tuhan, diri sendiri, sesama, dan alam. Pertanggungjawaban ini mencakup penggunaan waktu, harta, ilmu, dan tubuh selama hidup, yang kelak akan diminta pertanggung jawabannya secara individual oleh Sang Pencipta.

[Jagad]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *