Oleh: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta
Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin dalam setelah serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia oleh Israel Defense Forces (IDF). Aset Indonesia menjadi sasaran, dan tragisnya, Dokter spesialis anastesi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dr Mueen Al-Shurafa Sp An terkonfirmasi meninggal dunia di Jalur Gaza. Beruntung, keluarga dr Mueen selamat, dan kini mengungsi di Rafah.
Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memuncak dengan serangan keras terhadap RS Indonesia, di mana 11 misil merusak fasilitas kesehatan vital. Al Jazeera melaporkan bahwa suasananya diperburuk oleh serangan rudal yang menyebabkan kericuhan di sekitar rumah sakit.
video menunjukkan suasana mencekam saat lingkungan sekitar RS Indonesia diserang rudal. Orang-orang di halaman luar terlihat kocar-kacir, berusaha menyelamatkan diri seiring ledakan yang bersahut-sahutan.
Momen dramatis ini semakin memperkuat urgensi respons tegas dari pemerintah Indonesia dalam menghadapi eskalasi konflik ini.
Aset Indonesia menjadi sasaran langsung, mengekspos kerentanan dan keberanian petugas medis yang berjuang menyelamatkan nyawa di tengah kekacauan.
Kematian dr Mueen Al-Shurafa tidak hanya menciptakan duka mendalam di antara rekan-rekan medisnya, tetapi juga merampas harapan bagi warga Palestina yang mencari perlindungan di fasilitas tersebut.
Kehilangan Dokter: Merampas harapan bagi warga Palestina
Pemerintah Indonesia dihadapkan pada panggilan untuk merespon dengan tegas terhadap serangan tersebut, mengecam kebrutalan yang menghantam rumah sakit, tempat di mana nyawa seharusnya dihormati dan diselamatkan.
Tidak hanya itu kondisi semakin rumit dengan terhambatnya bantuan kemanusiaan di Mesir, mengakibatkan fasilitas medis, termasuk RS Indonesia, berada dalam tekanan serius.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa dokter-dokter di Gaza bahkan terpaksa melakukan operasi tanpa anestesi karena stok obat-obatan semakin menipis.
Kondisi ini menegaskan eskalasi krisis kemanusiaan di Gaza, di mana fasilitas kesehatan yang seharusnya netral dan dilindungi malah menjadi target militer.
Diplomasi Indonesia dan Inisiatif Penyelesaian Konflik Palestina-Gaza
Munculnya klaim kontroversial dari pihak Israel, yang menuduh Rumah Sakit Indonesia sebagai tempat menyembunyikan infrastruktur teror Hamas, semakin membingungkan dan mempersulit upaya penyelesaian konflik.
Meskipun telah ditegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia sepenuhnya berfungsi untuk melayani kebutuhan medis masyarakat Palestina, tetapi tindakan Israel menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan fasilitas kesehatan yang seharusnya terlindungi dalam konteks konflik yang sedang berlangsung.Inisiatif penyelesaian konflik Palestina-Gaza menjadi sorotan.
Dalam konteks serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Indonesia dihadapkan pada panggilan untuk lebih dari sekadar dukungan retorika. Pertanyaan mendasar muncul mengenai apakah sebagai negara dengan pengaruh besar, Indonesia benar-benar memanfaatkan posisinya untuk membawa perubahan konkret di medan diplomasi internasional.
Di butuhkan Langkah-langkah Konkret: Indonesia di Tengah Eskalasi Konflik
Indonesia membutuhkan strategi diplomasi yang jelas dan berani yang mencerminkan komitmen nyata terhadap penyelesaian konflik Palestina-Israel. Strategi ini harus mencakup langkah-langkah konkret yang tidak hanya menunjukkan solidaritas tetapi juga memiliki dampak nyata dalam upaya perdamaian.
Perbandingan dengan Afrika Selatan, yang telah menawarkan inisiatif penyelesaian konflik Palestina-Gaza, menyoroti urgensi aksi nyata.
Serangan brutal Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza mewakili serangan yang melanggar norma kemanusiaan dan hukum internasional. Sebagai respons, Indonesia perlu mempertimbangkan retaliasi yang tegas dan berdaya guna untuk menegaskan sikapnya. Langkah konkret yang dapat diambil termasuk:
Perlunya Retaliasi Indonesia Terhadap Serangan Israel: Mendorong Keadilan dan Perdamaian
Serangan brutal Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza mewakili serangan yang melanggar norma kemanusiaan dan hukum internasional. Sebagai respons, Indonesia perlu mempertimbangkan retaliasi yang tegas dan berdaya guna untuk menegaskan sikapnya. Langkah-langkah konkret yang dapat diambil meliputi:
Pertama,Pengajuan Ke ICC (International Criminal Court)
Mengambil langkah hukum dengan membawa Israel ke hadapan ICC adalah strategi efektif untuk menuntut pertanggungjawaban atas agresi penjajahan terhadap palestina dan penghancuran RS Indonesia. Upaya ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap penegakan hukum internasional dan keadilan.
Kedua Tekanan untuk Menghentikan Perang
Menyampaikan tekanan politik dan diplomatik agar Israel menghentikan perang melalui negosiasi internasional. Memaksa Israel untuk menghentikan perang atau Indonesia inisiatif mengirim angkatan perang dan pasukan perdaiaman ke Israel
Ketiga,Diplomasi Aktif dengan Negara-Negara Timur Tengah:
Melakukan diplomasi aktif dengan Mesir dan negara-negara Timur Tengah lainnya untuk membentuk aliansi pasukan perdamaian yang melindungi warga Gaza yang tidak bersalah. Ini akan memperkuat upaya internasional dalam menghadapi eskalasi konflik dan memberikan perlindungan bagi korban yang tak berdosa.
Keempat, Boikot Bisnis dengan Israel
Menghentikan entitas bisnis nasional yang melakukan perdagangan dengan Israel sebagai bentuk tekanan ekonomi. Boikot bisnis ini dapat merugikan ekonomi Israel dan menyuarakan penolakan Indonesia terhadap tindakan agresif yang merugikan kemanusiaan.
Terakhir,Bantuan Kemanusiaan
Mengkoordinasikan upaya pengiriman bantuan kemanusiaan yang cepat dan efektif ke wilayah yang terdampak,Serta mengirim tim medis darurat untuk memberikan pertolongan langsung kepada korban dan mendukung fasilitas kesehatan yang terdampak.
Dengan langkah-langkah retaliasi ini, Indonesia tidak hanya mengambil posisi yang kuat dalam mendukung hak asasi manusia, tetapi juga memberikan kontribusi konkret dalam upaya mencapai perdamaian dan keadilan di wilayah yang dilanda konflik.
Presiden Jokowi dan Menlu Retno Marsudi: Kepemimpinan dalam Krisis
Ketegasan Presiden Jokowi dan Menlu Retno Marsudi dalam merespons serangan terhadap aset kemanusiaan Indonesia menjadi kunci dalam mengatasi eskalasi konflik ini.
Menyikapi serangan terhadap aset kemanusiaan, termasuk kematian seorang dokter Indonesia, Indonesia harus membalas dengan keputusan tegas.
Dengan kemanusiaan yang terancam di Gaza, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan politis untuk tidak hanya mengutuk, tetapi juga untuk bertindak tegas.
Pada saat yang kritis ini, dunia memperhatikan peran Indonesia dalam mengambil langkah-langkah yang efektif, menyelamatkan nyawa, dan menyuarakan keadilan di tengah konflik yang semakin membara.
END










