Tingkat Pengharapan Konstuktif

Syahril Syam, ST., C.Ht., L.NLP

Oleh: Syahril Syam, ST., C.Ht., L.NLP

Sebuah penelitian menarik yang menunjukkan betapa tingkat pengharapan dan keyakinan bekerja bagi diri kita dan bahwa placebo bukanlah suatu “kebohongan”, karena pada penelitian ini tak ada satu pun pasien yang mengalami efek placebo mendapat pil gula sehingga tidak ada simulasi “kebohongan” pada pikiran mereka. Adalah Dr. J. Bruce Moseley, seorang ahli bedah, yang melakukan suatu bedah arthroscopic pada seorang veteran tua Perang Dunia II karena mengalami keluhan pada lutut kanannya. Moseley siap mengoperasi pasien tua tersebut yang sebelumnya telah dibius, tetapi tetap sadar di meja operasi.

Namun, kali ini Moseley hanya berpura-pura mengoperasi lutut veteran tua itu. Agar terlihat meyakinkan, maka Moseley hanya membuka lutut pasien tersebut dengan tiga sayatan, dan melakukan proses operasi “seolah-olah” bersama para suster yang menemaninya. Moseley tak melakukan apapun kepada lutut veteran tua dan, setelah beberapa lama melakukan operasi “seolah-olah”, Moseley pun menjahit kembali lutut sang veteran tua. Kemudian pasien dinaikkan ke kursi roda dan dibawa ke ruang penyembuhan.

Ternyata Moseley merekrut beberapa pasien untuk menjalani operasi placebo dan sebagiannya lagi mendapat operasi yang sesuai protokol. Agar tidak secara sengaja membocorkan operasi mana yang merupakan operasi placebo, maka Moseley tidak tahu pasien mana yang akan dioperasi placebo atau dioperasi yang sesuai protokol, sampai ia mendapatkan sebuah amplop di ruang operasi yang memberi petunjuk akan hal itu.

Ternyata operasi placebo malah bekerja lebih baik dari operasi yang sebenarnya. Dua minggu setelah operasi, para pasien operasi placebo melaporkan rasa sakit yang lebih sedikit dan mengalami kemajuan yang pesat dalam uji berjalan atau menaiki tangga. Bahkan hingga satu tahun, pasien operasi placebo masih menunjukkan performa yang lebih baik daripada pasien yang menjalani operasi yang sesuai protokol.

Hal ini menunjukkan betapa ekspektasi dan keyakinan para pasien terhadap dirinya sendiri memainkan peran yang sangat penting bagi kesembuhan mereka. Sylvester Colligan, veteran tua yang menjalani operasi placebo, bahkan tetap merasa lebih baik walau telah lewat beberapa tahun pascaoperasi. Selain itu, Colligan juga pada akhirnya mengetahui bahwa operasi yang dijalaninya adalah operasi placebo, tetapi kenyataan memperlihatkan performa lututnya yang semakin baik.

@pakarpemberdayaandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *