Petani Kopi Wanoja Jabar Ekspor  7 Ton Kopi Arabika ke Arab Saudi

KINERJAEKSELEN.co, Bandung – Sejalan dengan pangsa ekspor yang tinggi sebesar 55,55 persen, capaian ekspor kopi ini diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Jabar.

“Bank Indonesia mendukung pengembangan klaster kopi Jawa Barat, juga melakukan berbagai program penguatan klaster kopi sisi hulu, di antaranya bantuan teknis pelatihan budi daya, pemanfaatan pupuk MA-11, Q-Grader hingga pemanfaatan teknologi Ceritech,” ujar Bambang Pramono.

Selain itu, Bank Indonesia turut mendukung pengembangan komoditas kopi sisi hilir melalui business matching pembiayaan dan pemasaran, fasilitasi sertifikasi SNI dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) hingga perluasan pasar dalam negeri maupun luar negeri melalui ajang promosi perdagangan.

Melalui program pengembangan klaster hulu-hilir tersebut, tercatat berhasil mendukung perluasan pasar kopi Jabar hingga ke berbagai negara di Asia, Australia, Eropa hingga Amerika. Pada akhirnya, berbagai upaya tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Ke depan, diharapkan kesuksesan kopi Wanoja dapat menginspirasi hingga menciptakan UMKM sukses ekspor lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengentaskan kemiskinan di Jabar.

Ketua Kelompok Tani Kopi Wanoja Eti Sumiati mengatakan, sebelumnya ekspor kopi dilakukan melalui eksportir, namun dengan bimbingan Bank Indonesia dan Pemdaprov Jabar, kelompok taninya dapat melakukan ekspor langsung.

“Sebelumnya kirim 2 sampai 3 ton ke negara lain, nitip,  tapi sekarang 7 ton bisa kirim langsung ke Arab Saudi,” ungkap Eti.

Menurut Eti, Kelompok Tani Kopi Wanoja mendapatkan pasar kopi di luar negeri setelah beberapa kali mengikuti pameran di luar negeri atas inisiasi dari BI dan Pemdaprov Jabar.

[Humas Pemprov Jabar]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *