Semakin Tua, Semakin Sulit Mengontrol Pikiran

Foto ilustrasi Alodokter

Oleh: Syahril Syam *)

Ketika seseorang bertambah tua, otaknya mengalami perubahan alami yang membuat pikiran lebih mudah melayang-layang. Artinya, mereka sering sulit untuk fokus atau mengendalikan pikiran tertentu, terutama pikiran negatif atau kecemasan. Ini bukan karena mereka “tidak mau mencoba,” tetapi karena otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda dari ketika mereka masih muda. Hal ini terjadi akibat penurunan pada area prefrontal cortex, yang merupakan bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi eksekutif,. Fungsi eksekutif adalah kemampuan kognitif yang memungkinkan kita untuk merencanakan, memusatkan perhatian, mengendalikan impuls, dan mengalihkan fokus.

Bagian ini seperti “pengatur lalu lintas” yang membantu kita fokus, membuat keputusan, dan mengabaikan pikiran yang tidak penting. Penelitian menunjukkan bahwa fungsi eksekutif cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan untuk mengabaikan pikiran negatif (destruktif), mengontrol perhatian terhadap hal-hal yang tidak relevan, dan fokus pada tugas tertentu.

Saat seseorang menua, maka bagian ini menjadi kurang efisien, seperti mesin tua yang tidak secepat dulu. Akibatnya pikiran menjadi lebih sering berpindah-pindah (melayang-layang) dan sulit untuk berhenti memikirkan hal-hal yang mengganggu.

Banyak orang tua seringkali merasa cemas dan khawatir karena pikiran mereka lebih mudah melayang-layang. Hal ini bisa menjadi tantangan besar, terutama ketika mereka merasa tidak memiliki kendali atas pikiran-pikiran tersebut. Pikiran negatifnya seringkali seperti lagu yang terus-menerus diputar di kepala, dan semakin tua maka cenderung lebih sulit “menghentikan” lagu tersebut dibandingkan orang muda.

Orang lanjut usia cenderung lebih rentan terhadap pikiran negatif yang berulang (rumination). Ini artinya, ketika suatu pikiran negatif muncul, mereka sulit menghentikannya, dan pikiran tersebut terus berputar di kepala mereka. Misalnya, mereka cenderung khawatir berlebihan tentang kesehatan, keuangan, atau hal-hal yang terjadi di masa lalu.

Saat seseorang mengalami stres atau kecemasan, otak mereka cenderung lebih fokus pada hal-hal negatif. Pada orang tua, ini bisa diperburuk oleh penurunan kesehatan yang membuat mereka merasa semakin cemas, dan perasaan kesepian karena kehilangan pasangan atau teman sebaya yang sering menimbulkan rasa sepi sehingga memperburuk pikiran negatif. Penelitian juga menunjukkan bahwa kontrol terhadap pikiran melemah seiring bertambahnya usia, terutama ketika seseorang memiliki tingkat resiliensi yang rendah (kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit).

Dan ketika pikiran melayang-layang, maka cenderung membuat orang merasa cemas atau gelisah, bahkan tanpa alasan yang jelas. Juga kesulitan menikmati waktu bersama keluarga karena pikiran yang mudah terpecah. Pikiran melayang juga sering membuat seseorang merasa lelah karena terus memikirkan hal yang sama tanpa solusi. Seperti buku yang penuh catatan, otak orang tua penuh dengan pengalaman. Namun, jika pengalaman negatif lebih sering diingat daripada yang positif, buku itu terasa berat dan sulit untuk “dibuka”.

Oleh sebab itu, penting untuk melatih pengendalian pikiran dan tidak membiarkan pikiran secara bebas terbang melayang tanpa kontrol sadar. Khusyuk, yang berasal dari kata Arab yang berarti “tunduk atau fokus penuh”, adalah solusi efektif untuk mengatasi pikiran melayang-layang. Dalam konteks spiritual, khusyuk merujuk pada keadaan penuh konsentrasi dalam ibadah atau aktivitas yang dilakukan dengan niat baik, yang memungkinkan kita untuk benar-benar hadir dan terfokus pada momen tersebut.

Kesadaran penuh atau khusyuk dalam konteks ibadah dan aktivitas lainnya dapat mengurangi kecemasan, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan memperbaiki keseimbangan mental. Praktik ini juga dapat memperkuat koneksi spiritual dan memberikan rasa damai yang lebih dalam, yang sangat bermanfaat ketika menghadapi stres atau pikiran negatif.

@pakarpemberdayaandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *