Sulit cari kerja kantoran, Gen Z ramai-ramai pilih profesi jadul

Foto: Para pencari kerja mengantre pada acara Jobfair di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).

KINERJAEKSELEN.co, Medan — Lapangan pekerjaan saat ini makin sulit, apalagi dengan kehadiran kecanggihan teknologi Artificial Intelegence (AI) yang masif telah mengambil alih sejumlah profesi di perkantoran.
Mereka yang bekerja pada bidang tertentu di perkantoran mulai putar otak untuk mencari solusinya. Salah satunya, melakukan pekerjaan lama.

Sejumlah sekolah di Amerika Serikat (AS) diketahui mulai mengajarkan keahlian pertukangan hingga pengelasan. Namun pengajarannya agak berbeda dengan kemampuan di masa lalu. Profesi itu akan memanfaatkan perkembangan zaman dengan mesin berteknologi tinggi.

SMA Middleton jadi salah satu yang mulai menerapkan pengajaran untuk profesi tersebut. Tak tanggung-tanggung, US$90 juta dikeluarkan oleh pihak sekolah untuk memperbarui laboratorium manufakturnya.

Akhirnya mereka memiliki lengan robot dengan pengendali yang berasal dari komputer. Cara kerja robot dapat langsung disaksikan dari balik jendela kaca besar.

Kelas itu menyediakan beberapa pelajaran yang ada di tahun 1990-2000-an, yakni terkait dengan konstruksi, manufaktur, dan pertukangan kayu.

Salah satu cara menarik minat siswa mempelajari profesi itu adalah dengan mengungkapkan penghasilan yang didapatkan. Guru bahasa Inggris dan instruktur pengelasan, Quincy Millerjohn, mengatakan, upah pekerja di pabrik baja berkisar US$41 ribu hingga US$52 ribu per jam (Rp 670 ribu hingga Rp 849 ribu).

Ternyata hasilnya cukup efektif. Kelas tersebut diikuti 2.300 siswa dalam beberapa tahun terakhir.

Konsultan pendidikan pemerintah bagian Wisconsin, John Mihm, mengatakan, AI jadi alasan ketertarikan pada keahlian pertukangan muncul lagi. Teknologi itu ditakutkan dapat menggantikan profesi para pekerja kantoran.

“Ada pergeseran paradigma. [Pekerjaan tangan] kini adalah pekerjaan dengan keahlian tinggi dan gaji tinggi sehingga menarik buat banyak orang, karena mereka langsung melakukan segalanya sendiri,” kata Mihm, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com, Minggu (20/7/2025) sore.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *