JAKARTA, KINERJAEKSELEN.co – Gelombang disinformasi kembali menerpa internal Partai Golkar menjelang akhir tahun. Sebuah pamflet digital ilegal yang mengusung narasi provokatif “Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo” beredar luas di berbagai platform media sosial. Poster tersebut secara sepihak menyerukan pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Menyikapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar langsung mengambil sikap tegas. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menyatakan dengan lugas bahwa konten visual yang mencatut lambang pohon beringin tersebut murni merupakan fabrikasi informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Itu hoax semata,” tegas Sarmuji melalui pesan singkat saat dikonfirmasi oleh redaksi strateginews.id, Sabtu (7/11/2026).
Berdasarkan pencermatan tim redaksi di lini masa, selebaran digital tersebut tidak hanya memuat logo resmi partai, tetapi juga berani menjadwalkan agenda Munaslub fiktif pada Minggu, 29 November 2026, bertempat di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta. Selain itu, nama Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, ikut dicatut sebagai Calon Ketua Umum yang dipromosikan oleh gerakan tersebut.
Ahmad Doli Kurnia Deteksi Ada Gerakan ‘Komprador’ Internal
Mendapati namanya diseret ke dalam pusaran isu munaslub abal-abal, Ahmad Doli Kurnia Tanjung langsung memberikan klarifikasi mendalam. Ketua Komisi II DPR RI ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali berada di luar lingkaran penyebaran pamflet provokatif tersebut.
“Terkait beredarnya flyer munaslub yang direncanakan akhir November ini, saya tegaskan tidak memiliki keterkaitan apa pun, bahkan tidak tahu-menahu mengenai asal-usul penyebarannya,” ungkap Doli secara tertulis.
Doli menggarisbawahi bahwa pola kepemimpinannya di organisasi selalu bertumpu pada koridor AD/ART yang konstitusional. Ia juga menepis spekulasi miring mengenai keretakan elit, dan memastikan hubungannya dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tetap solid, harmonis, serta produktif demi kemajuan partai.
Lebih jauh, politisi senior beringin ini mengendus adanya keterlibatan oknum internal yang bertindak sebagai penyusup demi memburu keuntungan politik jangka pendek.
“Kami mencium adanya pergerakan dari pihak-pihak ‘komprador’ yang justru berada di dalam rumah kami sendiri. Pesan saya tegas: jangan pernah mengganggu soliditas Golkar dengan agenda-agenda kerdil seperti ini,” cetusnya dengan nada retoris yang kuat.
Doli memastikan, di bawah nakhoda Bahlil Lahadalia, seluruh kader dan instrumen politik Partai Golkar tetap satu komando mengawal stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di garda terdepan.
[Jgd/Red]











