JAKARTA, KINERJAEKSELEN.co – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mendorong Pemerintah Kota Depok memaksimalkan potensi produk unggulan daerah sebagai bagian dari diplomasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu potensi yang disorotinya adalah Belimbing Depok yang selama ini dikenal sebagai ikon kota.
Dalam dialog bersama Pemerintah Kota Depok pada rangkaian BKSAP Day, Habib menyoroti peluang produk unggulan daerah untuk menembus pasar internasional. Ia menilai potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui jejaring kerja sama yang dibangun dalam diplomasi parlemen.
“Produk UMKM Depok apa saja yang sudah diekspor? Kami mengenal kekhasan Soto Mie, Belimbing, dan produk kriya. Apakah sudah dipakai peluang ekspor yang ada? Apa saja kendala terbesar masuk pasar global, sertifikasi halal, packaging, atau akses platform?” tanyanya dalam diskusi pada BKSAP Day ke Depok, Kamis, (16/7/2026).
Habib juga mengusulkan agar Belimbing Depok semakin diperkuat sebagai salah satu ikon daerah. Menurutnya, identitas khas suatu daerah dapat menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan potensi lokal kepada mitra internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.
Menurut Habib, diplomasi parlemen saat ini harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh daerah, termasuk melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.
“Ini bapak sekalian harus dipahami bersama, bahwa diplomasi parlemen saat ini harus menghasilkan manfaat bagi daerah,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.
Ia menambahkan, manfaat tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai mitra, termasuk pengembangan kerja sama sister city yang berorientasi pada inovasi.
“Ini perlu menjadi ekosistem kolaborasi, sinergi antar sister city yang bisa kita bangun. Karena kita dalam ekosistem berbasis inovasi, misalkannya riset, ekonomi kreatif,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal BKSAP DPR RI Faujia Helga Isnaeni berharap pertemuan dalam BKSAP Day tidak berhenti sebagai ajang perkenalan semata, tetapi menjadi awal lahirnya kolaborasi yang berkelanjutan.
“Tidak hanya sekadar seremonial, kenalan sama Pak Wali Kota dan teman-teman di sini, tapi bisa berlanjut. Bisa ambil nomor kontak kami, apa yang bisa kami bantu kami akan datang. Karena kalau ketemu hanya sekadar ketemu, saya rasa harus ada hasil,” ujar Helga.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun komunikasi dan jejaring sehingga berbagai peluang kerja sama dapat terus dikembangkan. “Saya harap jangan kita hanya ketemu, bicara seremonial, selesai. Saya mau ada hasil,” pungkasnya
[dpr.go.id]












