KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Media massa memiliki peran penting dalam mensukseskan pesta demokrasi pemilu 2024 mendatang.
Media, selain berfungsi sebagai penyampai informasi, edukasi dan juga penangkal hoaks kepada publik. Dalam menjalankan perannya, wartawan harus bebas dari intimidasi dan kriminalisasi.
Pandangan tersebut disampaikan Komunikolog dari Universitas Pelihta Harapan [UPH] Jakarta, Sabtu.
Menurut Emrus, bahwa perlindungan terhadap independensi wartawan sangatlah penting mengingat audiens dari media memiliki preferensi politik masing-masing.
Intimidasi dan kriminalisasi, kata Emrus, akan berpengaruh pada independensi wartawan. Tidak hanya intimidasi dari pihak yang sedang berkuasa, tetapi juga berasal dari kekuatan politik tempat media tersebut bernaung.
Emrus berepandangan, profesi wartawan mampu menjanjikan pemberitaan mengenai berbagai kekuatan politik yang kini tengah bergulir di tengah masyarakat. Berbagai media yang bernaung oleh pemilik kekuatan politik tertentu pun mestinya tidak menjadi pengecualian.
“ Saya menekankan bahwa pemilik media (seharusnya) tidak menjadi pengambil keputusan di partai politik. Sebaliknya, pengambil keputusan di partai politik tidak seharusnya menjadi pengambil keputusan di media,” kata Emrus
Langkah tersebut menurut Emrus, dapat memastikan media tidak akan melakukan pencitraan sesuai dengan agenda-agenda politik dari penguasa tertentu.
“ Independensi ini penting, harus selalu dijaga,” pungkas Emrus.
[Antara/nug]












