Berita  

Insiden Keracunan MBG di Bawang, Pemkab Batang Audit Prosedur Higienitas Dapur Pemasok

Foto dok RCTI

BATANG, KINERJAEKSELEN.co — Penegakan standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan menjadi sorotan tajam menyusul indikasi adanya keracunan massal yang melanda wilayah Jawa Tengah.

Sebanyak 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dilaporkan mengalami kedaruratan medis berupa pusing dan mual klinis. Kasus ini diduga kuat dipicu oleh kontaminasi pada paket hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi masyarakat setempat.

Menyikapi keracunan massal ini langsung mendapat respon Pemerintah Kabupaten Batang.

Otoritas pemerintah kabupaten segera mengoordinasikan penanganan koridor medis dengan menyiagakan empat fasilitas pelayanan kesehatan (yankes) rujukan guna mengantisipasi penambahan jumlah pasien secara simultan.

“Kita berikan layanan di sejumlah tempat layanan kesehatan, seperti Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang,” kata Wakil Bupati Batang, Suyono, ditemui di RSUD Kalisari, Rabu (23/9/2026) malam, dikutip dari detiknews

“Update jam 20.38 WIB, total 276 (orang) yang terdampak di Bawang. Jadi perkembangan nantinya kita tunggu, saat ini kita perhatian bersama,” lanjut Suyono.

Berdasarkan investigasi awal di lapangan, proses pendistribusian makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Bawang sejatinya telah berlangsung sejak Selasa (22/9/2026) siang.

Kendati demikian, efek gangguan pencernaan baru muncul secara kolektif pada Rabu (23/9/2026) menjelang malam hari, saat puluhan pasien mulai memadati ruang instalasi gawat darurat.

Kasus medis ini tidak hanya menyerang kelompok usia anak sekolah selaku sasaran utama program, melainkan turut berdampak pada sejumlah orang tua murid yang ikut mengonsumsi sisa pembagian paket pangan tersebut.

Penutupan Sementara dan Uji Laboratorium

Sebagai bagian dari langkah preventif dan akuntabilitas publik, Pemkab Batang mengambil tindakan tegas berupa penghentian total seluruh aktivitas operasional SPPG Bawang.

Dapur produksi berskala besar yang memiliki kapasitas layanan hingga 2.700 penerima manfaat tersebut kini berada dalam status isolasi untuk sterilisasi menyeluruh.

Secara terpisah, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang bersama unit kepolisian setempat telah mengamankan beberapa sampel sisa hidangan—dengan fokus utama pada menu olahan telur yang diduga menjadi katalis utama keluhan medis warga—untuk dilakukan pengujian berbasis laboratorium.

Pemerintah daerah memastikan alokasi penanganan medis diprioritaskan penuh dan menegaskan akan menerapkan sanksi kelembagaan yang tegas apabila ditemukan unsur kelalaian prosedur pada rantai pasok makanan

[Memet/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *