KINERJAEKSELEN.co, Medan — Aksi unjuk rasa menolak kenaikan tunjangan rumah anggota DPR dan tuntutan pembubaran DPR di Gedung DPRD Sumatra Utara (Sumut) pada Jumat (29/8/2025) sore berujung ricuh.
Kejadian ini viral di media sosial setelah beredar video seorang mahasiswa terjatuh, tergeletak berdarah dan kejang-kejang di jalan yang disebut-sebut di belakang salah satu hotel besar di Medan.
Dalam video berdurasi kurang dari 3 menit itu terlihat dua mahasiswa terjatuh, satu dalam posisi terlentang dan satu lagi telungkup. Di sekitar mahasiswa yang terlentang, tampak bercak darah di aspal, sementara korban tampak mengalami kejang-kejang.
Di lokasi, sejumlah personel kepolisian berseragam lengkap terlihat membawa tongkat dan coba mengamankan sejumlah demonstran.
Beredarnya video tersebut sempat memunculkan dugaan penganiayaan oleh aparat. Apalagi dalam video ada suara bahwa korban mati diduga akibat dianiaya aparat.
Seseorang berpakaian ojol pun teriak-teriak agar korban diselamatkan. Dia pun mengangkat korban ke atas sepeda motornya dibantu seorang polisi dan membawanya untuk berobat.
Namun, korban memberikan klarifikasi melalui sebuah video yang beredar.
Mahasiswa tersebut mengaku bernama Rizky Fajar Purba, mahasiswa salah satu kampus ternama di Sumut. Dia menjelaskan, kejang-kejang yang dialaminya bukan akibat penganiayaan.
“Pada saat kejadian, saya lari dan mengalami kejang. Karena belum makan karena lapar,” ujar Rizky Fajar Purba dalam video klarifikasi yang di-share media sosial Polrestabes Medan yang dilihat, Sabtu (30/8/2025).
Rizky juga menegaskan, kondisinya saat ini sehat dan dia tidak memiliki riwayat penyakit epilepsi.
“Saya sehat dan sudah diobati,” katanya lagi.
Namun, hingga berita ini diolah, belum ada jawaban dari Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan terkait dengan aksi kejadian yang viral tersebut, seperti dikutip dari medanbisnisdaily.com, Sabtu (30/8/2025) malam.
(KTS/rel)












