BANDUNG, KINERJAEKSELEN.co – Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar Bazar Murah Bandung Utama (Bazmut) untuk membantu warga memperoleh kebutuhan pokok terjangkau.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Bazmut menjadi intervensi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah.
“Hari ini di Lapangan Puter kita menggelar Bazar Murah Bandung Utama. Bazar Murah ini digelar selama dua minggu berturut-turut. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi,” ujar Farhan usai mengunjungi Bazmut di Lapangan Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Jumat (11/9/2026).
Pelaksanaan bazar melibatkan Perum Bulog, pelaku UMKM sektor pertanian, distributor pangan, perajin, hingga mitra ritel modern.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas dengan harga rata-rata sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Farhan menegaskan, Bazmut tidak hanya bertujuan mengendalikan inflasi, tetapi juga meringankan beban masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Terpenting saat ini adalah memastikan distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung tetap lancar dan melimpah. Karena kondisi harga di Kota Bandung sangat bergantung pada distribusi,” katanya.
Komoditas yang tersedia meliputi beras SPHP, telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga Minyakita dengan skema subsidi dan potongan harga.
Khusus beras SPHP, pemerintah memberikan subsidi melalui Bulog, sedangkan komoditas lainnya mendapat dukungan diskon dari distributor dan pelaku usaha.
Farhan memastikan ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung secara umum masih aman, meski pasokan beras premium lebih terbatas akibat tingginya permintaan.
“Kalau ditanya apakah beras langka, tidak. Beras tersedia. Tetapi untuk beras premium memang sedang lebih sulit ditemukan karena mekanisme pasar dan permintaannya tinggi. Sementara beras SPHP dikendalikan pemerintah sehingga tetap tersedia,” jelasnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, Bazmut digelar di seluruh 30 kecamatan.
Pada hari terakhir, bazar berlangsung serentak di Kecamatan Coblong, Cidadap, dan Bojongloa Kaler untuk memperluas jangkauan layanan.
Ronny menyebutkan, beras, Minyakita, dan telur menjadi komoditas yang paling banyak diburu masyarakat karena harganya relatif terjangkau.
“Yang paling banyak dicari masyarakat itu beras, Minyakita, dan telur. Saat ini kebutuhan protein yang paling terjangkau bagi masyarakat adalah telur,” katanya.
Setiap titik bazar rata-rata dikunjungi 200 hingga 250 orang, dengan total pengunjung selama pelaksanaan program diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
“Untuk omzet sampai hari kemarin mencapai Rp1,9 miliar. Dengan tambahan tiga titik hari ini, kurang lebih total omzetnya mencapai Rp2,2 miliar,” ujar Ronny.
Sumber: jabarprov.go.id











