banner 728x250

Kolaborasi Pembuatan Infrastruktur: Pengolahan Gulma Eceng Jadi Humus Aktif dan Enzymatic

Kolaborasi Jasa Tirta II bersama 14 BUMN lain untuk mengelola gulma eceng gondok terus konsisten dilakukan. Saat ini, program tersebut tengah fokus membangun infrastruktur untuk pengolahan gulma eceng gondok menjadi humus aktif dan enzymatic.

KINERJAEKSELEN.co, Purwakarta – Kolaborasi Jasa Tirta II bersama 14 BUMN lain untuk mengelola gulma eceng gondok terus konsisten dilakukan. Saat ini, program tersebut tengah fokus membangun infrastruktur untuk pengolahan gulma eceng gondok menjadi humus aktif dan enzymatic.

Berkolaborasi dengan Pegadaian, saat ini program bertajuk Waduk Berkilau, mengubah gulma waduk menjadi emas dengan membuat 1 shelter utama, 1 shelter pencacah, 7 kolam fermentasi dan area demo plot pertanian organik untuk mengolah eceng gondok menjadi humus dan enzymatic di daerah Batu Kelong, Jatiluhur Kabupaten Purwakarta pada Desember 2022.

Dengan sarana prasarana tersebut, pengolahan eceng gondok tersebut diperkirakan dapat menghasilkan 3000 liter enzim per 90 hari. Dalam satu tahun, program ini direncanakan dapat menghasilkan 8000 liter enzim dalam 1 (satu) tahun. Dengan nilai ekonomis Rp10.000 per liter enzim, maka dalam 1 (satu) tahun dapat menghasilkan total nilai ekonomis dari produksi enzim sebesar Rp80.000.000 rupiah.

Selain itu, program ini juga menjanjikan penghasilan besar lainnya melalui produksi humuas aktif. Dalam jangka waktu 1 tahun program pengolahan eceng gondok ini direncanakan dapat menghasilkan 17.714 kemasan humus yang bernilai ekonomis Rp10.000. Jadi potensi dalam 1 tahun nilai ekonomis yang bisa dihasilkan dari produk humus aktif ini adalah Rp177.140.000.

Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko Jasa Tirta II Indriani Widiastuti mengatakan Program Pengolahan Gulma Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur ini akan terus dilaksanakan untuk mengembalikan kualitas air Waduk jatiluhur menjadi baik kembali serta memberi manfaat untuk masyarakat sekitar Waduk Jatiluhur.

“Dengan adanya program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lestari di sekitar Waduk Jatiluhur dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam proses pengolahan eceng mendapat tambahan penghasilan,” katanya.

“Program ini diharapkan dapat menciptakan hubungan yang harmonis dan meningkatkan gotong-royong diantara masyarakat dan BUMN untuk bersama-sama membangun perekonomian masyarakat serta mengurangi limbah untuk lingkungan hidup yang lebih baik,”pungkasnya.

[son/red]

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *