Investigasi Kang Dedi Mulyadi mengungkap kasus Vina Cirebon mesi bersesiko dimanfaatkan lawan politiknya yang menggiring opini sebagai pencitraan, namun upaya Kang Dedi telah meringankan kerja kepolisian mendapatkan fakta baru
KINERJAEKSELEN.co, Cirebon – Siapa yang tak kenal dengan sosok satu ini yang sangat dikenal dari berbagai kalangan, dari usia belia hingga manula. Dedi Mulyadi lahir di Sukasari, Subang pada 11 April 1971 sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Sahlin Ahmad Suryana, adalah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan ibunya, Kasiti, seorang aktivis Palang Merah Indonesia. Sebelumnya, Dedi Mulyadi yang kini lebih dikenal dimasyarakat adalan Kang Dedi Mulyadi pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode berturut-turut dari 2008 sampai 2018.
Ada hal yang sangat luar biasa dilakukan oleh tokoh Kang Dedi Mulyadi atau disingkat KDM yang kini sering nampak di channel youtube nya “Kang Dedi Mulyadi Channel”, terlihat aktifitas setiap hari wara wiri hingga beberapa hari berada diseputaran kota Cirebon sejak merebaknya kembali kasus terviral di tahun 2024 yaitu kasus vina cirebon yang terjadi sebelumnya pada tahun 2016 kini terkuak kembali akibat munculnya Film Vina Sebelum 7 Hari, berawal dari situlah tanpa sengaja kembali terbuka kembali kasusnya hingga melibatkan banyak pihak mulai dari kalangan kelas bawah hingga kelas atas yang diduga terkait adanya rangkaian keterlibatan pada kasus tersebut, namun dalam hal ini KDM cendrung lebih fokus lakukan mengumpulkan data kronologis kejadian perkara mulai dari tingkat paling bawah dengan caranya sendiri seperti pendekatan secara sosial sehingga akan lebih mudah dapatkan informasi yang detail daripada yang turun adalah team investigasi langsung dari pihak kepolisian.
Nampaknya berawal dari pengakuan Saka Tatal yang telah bebas hukuman penjara, lalu beredar dibeberapa media online, bahwa Saka Tatal adalah korban salah tangkap yang dipaksa untuk mengaku sebagai pelaku atas tuduhan melakukan pembunuhan berencana, namun diakui yang sebenarnya adalah karena terpaksa mengakui akibat dirinya mendapati siksaan yang sangat menyakitkan, seperti pemukulan hingga disetrum dan lainnya setiap hari hingga tak kuasa dan akhirnya mengakui atas perbuatan yang tak dia lakukan.
Singkat cerita telah menggugah KDM untuk turun ikut mencari data fakta sebenarnya akibat banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi sehingga secara urut satu persatu mendatangi siapa saja yang terlibat termasuk para saksi pembela hingga pihak pengacara, dan dari situlah KDM terus lakukan investigasi yang sangat detail darimana awal pihak-pihak yang terkait dalam kasus ini hingga menelusuri setiap jalan dan gang terkumpulah data secara visual yang bisa menjadi tanpa sengaja telah meringankan kerja pihak kepolisian dalam lakukan investigasi tanpa harus turun team investigasi kelapangan karena sudah terwakilkan oleh KDM sendiri secara sukarela untuk mendapatkan data informasi yang bisa dijadikan pelengkap alat bukti baru dan terbukti kini sudah nampak semakin terbuka kasusnya menjadi semakin terang.
Perlu diketahui dari apa yang telah dilakukan oleh KDM pada kontennya yang fokus pada kasus vina cirebon ini, bahwa sebenarnya adalah konten di channel youtube nya KDM itu sebelumnya sudah sejak lama dilakukan yang selalu turun ke masyarakat, seperti memberikan bantuan secara materi dan non materi, solusi serta edukasi, dan bukan karena saat ini kebetulan KDM sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat, lalu dikait-kaitkan sedang pencitraan politik, padahal sama halnya seperti yang yang dilakukan oleh konten kreator lainnya, seperti vloger youtuber dengan berbagai macam konsep tema di channelnya masing-masing, yang walaupun mungkin dalam hal ini akan dimanfaatkan oleh pihak lawan politiknya beresiko digiringnya opini bahwa apa yang dilakukan KDM adalah pencitraan mencari simpatik demi perolehan suara, namun apapun yang bisa saja terjadi pada hal tersebut, nama Kang Dedi Mulyadi sudah sangat melekat kuat di hati masyarakat, bahwabbeliau lah sosok yang sangat dikenal baik dan cocok menjadi orang no. 1 Gubernur Jawa Barat.
[ Niko ]












