Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa Akbar Tandjung Institute Angkatan XIII

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Sekolah Kepemimpinan Politik bangsa (SKPB) angkatan ke XIII seri pertama sukses dilaksanakan.

Pelaksaan kegiatan tersebut dilakukan secara Online via zoom, diikuti sebanyak 49 orang peserta  yang telah lolos seleksi administarsi dan memenuhi persyaratan dari ratusan orang yang telah mendaftar sebagai peserta Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa angkatan ke XIII, Selasa [7/8]

Prof. Dr Puji Wahono, M.Si selaku Direktur Eksekutif SKPB dalam sambutannya manyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber yang telah hadir, juga para peserta terpilih di Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa (SKPB) angkatan ke XIII.

” Pak Akbar memiliki rekam jejak yang sangat luar biasa beliau pernah menjabat sebagai Menteri,
Ketua DPR RI maupun jabatan politik lainnya. Akbar Tandjung tercatat sebagai ketua umum Himpunan Mahasiswa IsIam (HMI) pada masanya empat pimpinan ormas mahasiswa berhasil menyusun naskah “Kesepakatan Cipayung” yang tidak hanya menggambarkan profile indonesia yang didambakan bersama, tapi juga bagaimana
mewujudkan Indonesia yang di cita – citakan itu dan apa peran generasi muda dalam membangun Indonesia,” kata
Dr. Puji Wahono.

Selanjutnya, acara di mulai setelah dibuka oleh Host M Rizky Ramdhani dan menyanyikan lagu Indonesia
Raya. Dalam sesi itu bertindak sebagai moderator saudara Riki Pratama,S.Pd yang memandu jalannya
materi bersama narasumber Prof. Dr. Franz Magnis Suseno SJ.

Diketahui sebelumnya telah ditampilkan vidio sambutan dari Dr. Akbar Tandjung yang mnyampaikan bahwa Penyelenggaraan Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa ini merupakan manifestasi dari misi Akbar Tandjung Institute, sebagai lembaga yang berikhtiar memberikan setitik sumbangsih dalam kehidupan berdemokrasi yang
berkualitas di tanah air dalam kerangka mewujudkan tujuan nasional.

Prof. Dr. Franz Magnis Suseno SJ Sebagai materi menerangkan bahwa , tiga pertanyaan dasar
– Apa yang dapat kita ketahui (Epistemologi)?
– Apa yang wajib kita lakukan (Etika)?
– Apa yang dapat kita harapkan (Metafisika)?

“Pancasila adalah nilai-nilai cita-cita dan tolok ukur perpolitikan Indonesia Apa yang dinilai paling tinggi
oleh bangsa Indonesia Apa cita-cita bangsa Indonesia yang mau dicapai Perpolitikan Indonesia harus
sesuai dengan Pancasila Perhatikan: Lima sila Pancasila sekaligus berakar dalam budaya-budaya bangsa
Indonesia Mewujudkan etika perpolitikan yang semodern-modernnya.” Tegas Prof. Franz

Sejumlah peserta menanyakan ancaman 79 tahun Indonesia Merdeka.  Jika DPR menjadi ancaman apa
solusisnya? Pertanyaan berikutnya, kondisi politik di MK hukum saat ini yang tumpul ke atas tajam ke bawah , kejahatan politik terjadi kian merajalela maka langkah apa secara kongkrit untuk di terapkan baik dipartai politik
atau sebagai konsumsi pribadi

Sebagai informasi, peserta terdiri dari beberapa organisasi terutama organisasi yang terhimpun dalam
kelompok Cipayung. Akbar Tandjung Institute hadir untuk memberikan kontribusi kepada
masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan politik dan demokrasi.

SKPB Akbar Tandjung Institute didirikan tahun 2005 di Jakarta, dan telah  melakukan berbagai macam kegiatan, salah satu diantaranya adalah dalam bidang pengembangan sumber dayamanusia dan kelembagaan politik.

Secara berkala, SKPB melakukan berbagai penelitian dalam bidang politik & demokrasi, dan juga melakukan konsultasi politik dari dan kepada masyarakat serta para pihak yang membutuhkan dukungan data, informasi dan
pengetahuan, seminar pelatihan dan sekolah politik serta penerbitan buku Politik dan Publikasi.

[rls]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *