Tafsir Surat As Sajdah: Kajian Ust. Abdul Aziz Owainy Lc

Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat dan termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah. Penamaan As Sajdah dikarenakan adanya ayat Sajdah pada ayat ke-15.

As Sajdah adalah surat ke-32 dalam Al-Qur’an dan diturunkan sesudah surat Al Mu’minun. Anjuran membaca surat As Sajdah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Nabi SAW tidak akan tidur sampai beliau membaca Alif Lam Mim Tanzil As Sajdah dan Tabarakalladzi biyadihil mulku (Al-Mulk/67: 1),” kata Jabir dalam Hadits Imam Ahmad.

Disebutkan Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa Rasulullah SAW membaca surat As Sajdah di waktu subuh, karena kandungan surat tersebut mencakup yang telah terjadi dan belum terjadi pada hari Jumat.

“(Surat As Sajdah juga) mencakup penciptaan Adam, hari kiamat, pengumpulan hamba-hamba Allah SWT dan semua yang terjadi pada hari Jumat,” tulis Ibnu Taimiyah.

Surah As-Sajdah merupakan surah ke-32 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 30 ayat dan termasuk ke dalam kategori surah makkiyah.

Surah Sajdah diambil dari kata yang tertera pada ayat ke 15 yang berarti sujud. Surah ini diturunkan setelah surah Al-Mu’minun.

Rasulullah menganjurkan pada umatnya untuk membiasakan diri membaca surah As-Sajdah. Khususnya dibaca pada rakaat pertama dan membaca surah Al-Insan pada rakaat kedua saat sholat Subuh di hari Jum’at.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah pada rakaat pertama dalam sholat subuh pada hari Jum’at membaca Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah). Adapun pada rakaat kedua membaca surah Al-Insan.

Artinya: Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (HR. Ahmad dan Al-Bukhari)

Selain itu, sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:

Artinya: Dari Jabir, ia berkata, Rasulullah SAW tidak tidur sebelum membaca Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah) dan surah Tabarak (Al-Mulk).

Pokok kandungan Surah As-Sajdah:

  1. Aturan mendirikan sholat malam (sholat tahajud dan witir)
  2. Menjelaskan tentang proses kejadian manusia di dalam rahim sampai menjadi manusia
  3. Menjelaskan tentang keadaan orang mukmin di dunia dan nikmat yang mereka peroleh di akhirat
  4. Menceritakan kehinaan yang menimpa orang kafir di akhirat hingga mereka memohon untuk dikembalikan ke dunia kembali
  5. Menyatakan tentang kebenaran bahwa Nabi Muhammad SAW seorang rasul dan menjelaskan bahwa belum diutus seorang rasul pun kepada kaum Musyrik Makkah
  6. Menjelaskan bahwa Allah adalah penguasa alam semesta dan yang mengaturnya dengan aturan yang sempurna.

[din/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *