MAGELANG, KINERJAEKSELEN.co – Langkah nyata menuju era pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) di Indonesia resmi dimulai dari pusat kebudayaan nusantara. PT Taman Wisata Candi (TWC) melalui InJourney Destination Management berkolaborasi dengan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan skema kredit karbon sukarela (voluntary carbon credit) terintegrasi pertama di destinasi warisan budaya dunia.
Melalui terobosan strategis ini, kawasan Candi Borobudur resmi ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) ekosistem pariwisata rendah karbon di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi pemenuhan target nasional Net Zero Emission (NZE) sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta implementasi ekonomi hijau global.
Kontribusi Nyata Wisatawan Lewat Tiket Masuk
Mulai Oktober 2026, para wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Candi Borobudur diberikan ruang partisipasi aktif untuk menekan dampak emisi perjalanan mereka. Pengelola menyediakan fitur add-on kontribusi sukarela senilai Rp6.000 yang dapat dipilih langsung saat melakukan pembelian tiket masuk secara daring (online).
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menjelaskan bahwa dana kontribusi sukarela dari para wisatawan ini nantinya akan dikonversikan secara transparan ke dalam portofolio kredit karbon.
“Ini adalah kesempatan nyata bagi masyarakat umum dan turis mancanegara untuk ikut menyeimbangkan jejak emisi dari aktivitas wisata mereka,” ujar John Anis saat peresmian program di Manohara Borobudur Cultural Center.
Kredit karbon yang digunakan untuk mengimbangi emisi ini berasal dari proyek-proyek energi ramah lingkungan serta solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang dikelola oleh Pertamina NRE. Salah satu implementasi konkretnya mencakup aksi konservasi hutan serta penghijauan intensif guna menyerap emisi gas rumah kaca di berbagai wilayah Indonesia. Wisatawan yang berpartisipasi juga akan menerima sertifikat digital sebagai bukti kontribusi lingkungan mereka.
Implementasi Peta Jalan Dekarbonisasi InJourney
Chief Operating Officer InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati, menegaskan bahwa zona karbon netral di Candi Borobudur merupakan titik awal dari peta jalan dekarbonisasi (InJourney Decarbonization Roadmap) yang akan direplikasi ke berbagai destinasi unggulan nasional lainnya.
Program komprehensif ini tidak hanya berfokus pada kredit karbon, melainkan mencakup ekosistem tata kelola destinasi hijau yang lebih luas, seperti:
- Pengembangan energi terbarukan di lingkungan internal cagar budaya.
- Peningkatan efisiensi energi operasional destinasi.
- Penyediaan infrastruktur kendaraan listrik (EV) di dalam area wisata.
- Sistem pengelolaan limbah dan sampah (waste management) yang ramah lingkungan.
Integrasi antara pariwisata berbasis budaya dan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) ini diharapkan menjadi tolok ukur keunggulan kinerja (excellence performance) industri pariwisata modern. Candi Borobudur membuktikan bahwa pelestarian nilai sejarah yang agung mampu berjalan selaras dengan tanggung jawab menjaga kelestarian masa depan bumi.
[KE/Red]












