KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Pernyataan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, yang menyebut sosok pengendali judi online [judol] di Indonesia berinisial T memicu kegaduhan di masyarakat. Pasalnya, Benny tak bisa membuktikan siapa sosok T dimaksud.
Menurut pengamat politik Jerry Massie, pernyataan Benny hanya cari perhatian (caper) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Prabowo Subianto.
Sebab, Benny tidak dapat membuktikan pernyataannya mengenai sosok T, sehingga, menuai sejumlah kritikan dari banyak pihak.
“Pertama cari muka ke Prabowo, mungkin dengan ngomong ini bakal diajak oleh KIM, karena kan Hanura enggak masuk Koalisi Indonesia Maju (KIM). Barangkali bakal dipanggil (KIM),” kata pengamat politik, Jerry Massie, dilansir dari Akurat.co, Kamis (8/8/2024).
“Dia mau cari muka ke publik bahkan ke Prabowo, bahkan KIM. Atau ada indikasi cari muka ke Jokowi biar naik menteri, bisa saja kan cari muka, karena biar dianggap sebagai pahlawan pemberantas judi online,” ujarnya.
Jerry menambahkan, sebagai Kepala BP2MI Benny seharusnya fokus saja dengan ranahnya, seperti mengurus permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Padahal, masih banyak permasalahan pekerja migran yang belum terselesaikan.
Pengamat politik jebolan Amerika Serikat ini menyarakankan kepada Prabowo untuk tidak menjadikan Benny sebagai kepala lembaga manapun lagi di pemerintahan. Sebab, menurutnya orang seperti Benny akan merugikan dan mencoreng pemerintahan Prabowo ke depan.
“Dan saran saya untuk ke depan ini kalau si Benny ngomong apa lagi, jangan menempatkan Benny di kabinet atau melirik dia. Orang-orang seperti ini akan merusak pemerintahan Prabowo jika nanti ada indikasi kuat akan ditarik di pemerintahan Prabowo. Biarkan dia berkreasi dengan T-nya itu,” tutup Jerry.
Sebelumnya, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengungkapkan adanya jaringan judi online di tanah air yang diduga dikendalikan oleh seseorang berinisial T.
“Nama depannya hanya bisa saya sebut dengan inisial T. Informasi ini saya sampaikan langsung di hadapan Presiden,” kata Benny dalam sambutannya saat acara Pengukuhan dan Pembekalan Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) di Kota Medan, yang disiarkan melalui video oleh BP2MI pada Kamis (25/7/2024).
Terbaru, Benny ternyata tidak menyertakan bukti saat diperiksa soal inisial T, yang disebutnya sebagai pengendali judi online di Indonesia.
“Tidak ada bukti. Bahkan inisial T pun tidak bisa disebutkan oleh yang bersangkutan,” kata Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/8/2024) malam.
[nug/red]











