Tujuan Yang Bermakna dan Kebahagiaan

Syahril Syam

Oleh Syahril Syam *)

Penelitian yang dilakukan oleh Carol Ryff dan Corey Keyes tentang kesejahteraan psikologis menemukan bahwa memiliki arah atau tujuan hidup yang jelas dan bermakna, berkontribusi signifikan terhadap kepuasan hidup. Mereka mengamati bahwa orang yang memiliki tujuan yang jelas dan merasa hidup mereka memiliki makna umumnya lebih mampu menghadapi tantangan dan stres.

Memiliki arah atau tujuan hidup yang jelas berarti kita tahu untuk apa kita hidup dan apa yang ingin kita capai dalam hidup ini. Ini seperti kita sedang dalam perjalanan panjang; kalau kita punya tujuan yang jelas, kita tahu akan pergi ke mana, jalan mana yang harus dipilih, dan bagaimana cara mencapai tempat itu, meskipun kadang ada jalan yang berlubang atau terhalang.

Pelajar yang punya impian untuk menjadi guru. Dia memiliki tujuan bermakna berupa menginspirasi anak-anak dan membantu mereka belajar. Ketika belajar di kampus terasa berat, dia tetap termotivasi karena tahu belajar adalah langkah untuk mencapai tujuannya.

Setiap kali belajar atau ikut ujian, dia punya motivasi yang kuat karena ingat impiannya menjadi guru yang menginspirasi. Dengan kata lain, saat kita punya tujuan yang jelas dan berarti, kita jadi lebih semangat menjalani hidup. Tujuan itu seperti “bahan bakar” yang membuat kita terus melangkah maju. Memiliki tujuan yang berarti cenderung melahirkan motivasi intrinsik yang kuat.

Seorang atlet yang punya tujuan untuk ikut Olimpiade pasti menghadapi banyak kesulitan dalam latihan, cedera, atau kekalahan. Tapi, dia tetap gigih dan tidak menyerah karena punya visi besar untuk tampil di Olimpiade. Tujuan besar itu memberinya kekuatan untuk bertahan. Artinya, adanya tujuan membuat kita lebih kuat menghadapi kesulitan. Ketika ada tantangan, kita tidak mudah menyerah karena tahu bahwa ini bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang berarti. Tujuan memberi kita perspektif yang lebih positif dalam menghadapi kesulitan.

Tujuan hidup yang bermakna bisa juga berupa keinginan untuk hidup dengan penuh kebaikan, jujur, atau bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, ingin membantu masyarakat dengan aktif dalam kegiatan sosial atau menjadi sukarelawan. Tujuan yang bermakna juga tidak selalu harus tujuan besar. Bisa berupa tujuan kecil, seperti ingin lebih sehat sehingga memulai olahraga teratur. Ini adalah arah hidup yang jelas karena setiap langkah yang diambil mengarah pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu kesehatan.

Penelitian menunjukkan bahwa saat kita merasakan hidup kita memiliki makna, maka cenderung mengalami kepuasan hidup yang lebih dalam, karena kita merasa ada alasan yang lebih besar di balik setiap pengalaman. Kepuasan ini tidak bergantung pada keadaan yang mudah atau sulit, tetapi lebih pada pemaknaan terhadap apa yang kita jalani.

Selain itu, dengan arah hidup yang jelas dan bermakna, kita cenderung mengalami kesejahteraan psikologis yang lebih stabil, termasuk peningkatan emosi positif (lebih mudah bahagia), penurunan kecemasan, dan stres yang lebih rendah. Kesejahteraan ini pada akhirnya mendukung kualitas hidup kita secara keseluruhan. Menurut Ryff dan Keyes, kesejahteraan psikologis mencakup beberapa aspek utama, salah satunya adalah memiliki tujuan hidup yang bermakna. Intinya, memiliki arah atau tujuan hidup yang bermakna membuat hidup terasa lebih terarah dan memberi perasaan puas serta bahagia, meski ada tantangan yang harus dihadapi.

Karena tidak semua tujuan akan otomatis memotivasi dan berdampak sejahtera secara psikologis, maka ada beberapa syarat yang perlu terpenuhi supaya tujuan hidup benar-benar bisa memberi kita semangat dan kesejahteraan psikologis.

Tujuan hidup yang benar-benar berkontribusi signifikan terhadap kepuasan hidup menurut penelitian Ryff dan Keyes adalah tujuan yang memiliki arti pribadi/bermakna (sesuai dengan nilai yang kita anggap berharga yang merupakan sesuatu yang benar-benar kita pedulikan dan merasa punya arti bagi hidup kita, serta bukan sekadar keinginan sesaat atau tekanan dari luar), memungkinkan pengembangan diri, realistis dan bertahap, fleksibel, serta memberi dampak positif pada orang lain. Ketika tujuan hidup memiliki karakteristik ini, kita cenderung merasa lebih bahagia, termotivasi, dan memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi meskipun menghadapi tantangan.

@pakarpemberdayaandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *