Pikiran Negatif Otomatis

Syahril Syam

Oleh: Syahril Syam *)

ANTs adalah singkatan dari Automatic Negative Thoughts atau Pikiran Negatif Otomatis, yaitu pikiran-pikiran negatif (destruktif) yang tidak diinginkan dan tidak membantu, namun seringkali menetap di pikiran kita. Istilah ini diciptakan oleh Dr. Daniel Amen, seorang psikiater dan ahli saraf klinis pada awal tahun 1990-an, setelah menjalani hari yang berat di kliniknya. Pada hari itu, Dr. Amen bertemu dengan beberapa pasien yang menghadapi tantangan emosional yang serius: empat pasien yang memiliki keinginan bunuh diri, dua remaja yang melarikan diri dari rumah, dan dua pasangan yang membenci satu sama lain. Hari itu terasa begitu melelahkan secara emosional baginya.

Ketika Dr. Amen pulang ke rumah malam itu, ia mendapati dapurnya penuh dengan serangan semut. Ribuan semut kecil bergerak berbaris, menjalar di lantai, wastafel, meja dapur, dan bahkan di dalam lemari. Dalam kekacauan itu, Dr. Amen mulai membersihkan dapurnya dengan membasahi tisu dapur dan menyeka setiap barisan semut satu per satu. Saat ia melakukan ini, sebuah ide muncul di benaknya. Ia mengaitkan serangan semut tersebut dengan pengalaman pasien-pasiennya hari itu. Sama seperti dapurnya yang dipenuhi semut, pikiran pasien-pasiennya juga dipenuhi dengan ANTs – pikiran negatif otomatis yang mengganggu, mencuri kebahagiaan mereka, dan membuat mereka terjebak dalam luka emosional dari masa lalu.

Dr. Amen menyadari bahwa pikiran negatif otomatis ini bisa sangat merusak jika dibiarkan. Seperti semut yang tak terkendali di dapur, ANTs bisa menguasai pikiran seseorang, menurunkan semangat hidup, dan menghambat kemampuan untuk menjalani kehidupan yang penuh sukacita. Dari situlah, ia menciptakan konsep ANTs yang menjadi dasar bagi banyak tekniknya dalam membantu orang mengatasi pola pikir negatif. Pikiran negatif dapat menyebabkan otak seseorang langsung melepaskan bahan kimia yang memengaruhi setiap sel dalam tubuh dan membuat ia merasa buruk. Sebaliknya, pikiran positif, bahagia, dan penuh harapan akan melepaskan bahan kimia yang membuat kita merasa baik.

Namun, efek dari pola pikir negatif ini tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Sebuah studi pencitraan otak pada tahun 2020 menemukan bahwa pikiran negatif yang berulang dapat menyebabkan penumpukan deposit berbahaya di otak yang terkait dengan Alzheimer dan meningkatkan risiko demensia. Selain itu, pikiran negatif sangat terkait erat dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti depresi klinis. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa hubungan timbal balik antara pikiran yang terus-menerus berputar dan depresi menciptakan siklus jahat yang memperpanjang dan memperburuk gejala depresi. Pikiran negatif juga memperburuk kecemasan, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), kesedihan, dan masalah kesehatan mental lainnya.

Mengatasi pikiran negatif penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan kita. Hal yang perlu diingat bahwa tidak semua pikiran itu benar. Pikiran bisa “berbohong”, dan kita perlu mempertanyakan kebenarannya. Jika seseorang tidak mempertanyakan pikiran negatifnya, maka ia cenderung mempercayainya seolah-olah itu benar sepenuhnya. Dan hal ini bisa memperburuk kecemasan, depresi, dan masalah hubungan. Contoh ANTs meliputi: “Istriku baru saja memberi tatapan aneh. Aku rasa dia tidak mencintaiku lagi”; “Aku akan bahagia kalau berat badanku turun 10 kilogram”; “Jika aku tidak bisa sempurna, berarti aku gagal total”, dan berbagai jenis lainnya.

Dr. Daniel Amen menciptakan proses untuk “membunuh” ANTs yang terinspirasi dari terapi perilaku kognitif (CBT) oleh Dr. Aaron Beck dan metode yang diajarkan Byron Katie. Berikut langkah-langkahnya: Pertama, Sadari dan Kenali ANTs. Perhatikan pikiran-pikiran negatif yang muncul. Identifikasi pola-pola tertentu, seperti pikiran yang terlalu menyeluruh, mengasumsikan hal terburuk, atau terlalu kritis terhadap diri sendiri; Kedua, Pertanyakan Kebenaran Pikiran Negatif. Ajukan pertanyaan seperti: “Apakah ini benar?”, “Apakah saya punya bukti untuk mendukung pikiran ini?” Tantang asumsi yang tidak mendasar dan gantikan dengan pandangan yang lebih seimbang;

Ketiga, Latihan Membunuh ANTs Secara Harian. Jadikan kebiasaan untuk mempertanyakan pikiran negatif setiap hari. Dengan latihan rutin, kita dapat merasa lebih bebas dari kecemasan, depresi, dan luka emosional di masa lalu; Keempat, Pikirkan dengan Jujur dan Akurat. Dr. Amen menekankan bahwa solusi bukan sekadar berpikir positif yang tidak realistis. Sebaliknya, adopsi pola pikir yang jujur, realistis, dan akurat untuk menilai situasi dengan lebih baik. Dan yang penting juga adalah lakukan perubahan secara bertahap. Jangan berharap perubahan instan. Proses membangun pola pikir yang sehat membutuhkan waktu, tetapi hasilnya dapat sangat meningkatkan kualitas hidup kita. Nikmatilah prosesnya.

@pakarpemberdayaandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *