Dinas PMPTSP Sulteng Dukung Program Sulteng Nambaso

Kadis PMPTSP Sulawesi Tengah, Moh. Rifani, Pakamundi, S.sos, Msi

KINERJAEKSELEN.co, Palu – Demi untuk memenuhi janji politiknya pada saat kampanye, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H.Anwar Hafid, MSI dan dr. Reny A. Lamadjido, sudah mulai tancap gass, melalui tagline “Sulteng Nambaso” yang di artikan adalah, Sulteng Besar, dan akan diwujudkan dalam kurun waktu 5 tahun.

Untuk mewujudkan Sulteng Nambaso ada 9 program yang ada di dalamnya, pertama Berani Cerdas, kedua Berani Sehat, ketiga Berani Lancar, ke empat, Berani Menyala, kelima, Berdering, ke enam Berani Murah, ke tujuh Berani Berkah, ke delapan, Berani Panen Raya dan ke Sembilan Berani Tangkap Banyak.

Olehnya itu untuk menyelaraskan program tersebut Gubernur Anwar Hafid, menekankan kepada seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk bergerak cepat agar program Sulteng Nambaso secepatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Salah satu OPD yang akan bergerak cepat untuk mendukung program Sulteng Nambaso yang merupakan program unggulan Gubernur Anwar Hafid, adalah Dinas PMPTSP, (Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang di Kepalai oleh Moh.Rifani Pakamundi, S,Sos, MSI.

Kepada Media  di kantornya jalan Cik Ditiro (7/3/2025) mengatakan, sangat mendukung program Gubernur Anwar Hafid Sulteng Nambaso.

Dinas PMPTSP adalah organisasi perangkat daerah yang memiliki tugas dan fungsi membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum di bidang penanaman modal satu pintu, agar bisa terkontrol.

” Terkait dengan peningkatan pendapatan asli daerah(PAD) Sulawesi Tengah melalui retribusi pengurusan perizinan, memang kami baru selesai rapat bersama teman-teman OPD bersama Gubernur, dan Gubernur telah memerintahkan kepada kami untuk segerah mengefektifkan penanganan perizinan, agar bisa mendongkrak pemasukan PAD kita,” jelas Rifani.

Termasuk juga kepada perusahaan-perusahaan yang bermohonan meperrpanjangan izin atau bermohon izin baru, kami akan memintakan bukti lunas pajak dari instansi tekhnik dinas pendapatan, jika belum lunas pajak kami akan tangguhkan permohonannya.

“Dalam waktu yang tidak terlalu kami akan turun lapangan istilahnya jemput bola, akan melakukan monitoring terhadap para pelaku usaha UMKM, itu akan kami fasilitasi yang akan bermohon izin,” ujar Rifani, yang juga mantan PJ bupati Donggala.

“Ada hal yang menarik untuk menjadi sumber pendapatan besar lewat retribusi pajak alat-alat berat, ini harus di lakukan penagihan retribusi pajak alat berat, karena sy melihat ini belum di berlakukan di Sulawesi Tengah,”kata Rifani.

Untuk lebih memaksimalkan dalam mendukung program pak Gubernur Anwar Hafid, Sulteng Nambaso, kita harus pacu retribusi dari sektor pajak, dengan menitik beratkan pada 4 aspek , aspek yang pertama adalah, pro-poor, kebijakan yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan, aspek yang kedua, pro Growth, merupakan kebijakan yang mendukung pembangunan atau eksploitasi sumber daya alam secara komersial, aspek yang ketiga adalah, Pro Job, adalah perusahaan yang menyediakan layanan kerja dan perekrutan dan penyediaan tenaga kerja.

“Jika ketiga aspek ini kita terapkan, serta aspek yang ke empat yakni, Pro Environment, merupakan tindakan yang di lakukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan memperbaikinya, kata Rifani, seperti apa yang disampaikan oleh bapak Gubernur, Anwar Hafid, jika ke empat kita perhatikan pasti program yang kita laksanakan akan berhasil secara maksimal, ujarnya. (Mir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *