KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Cabang [DPC] Partai Demokrat Kabupaten Morowali Syarifuddin Hafid, mendukung sepenuhnya penolakan delapan partai politik terkait wacana pemilu dilakukan dengan sistem proporsional tertutup.
Menurut Syarifuddin Hafid, jika sistem proporsional tertutup tetap diberlakukan, artinya KPU telah menodai esensi demokrasi yang telah diperjuangkan dengan susah payah selama ini.

“ Demokrat menolak pemilu sistem proporsional tertutup. Ini akan berdampak munculnya polarisasi di masyarakat, yang membelah persatuan dan kesatuan. Sangat berbahaya jika dipaksakan. Jangan membuat dinamika politik yang sudah mulai menghangat jadi semakin panas,” kata Syarifuddin Hafid, saat diminta pandangannya terkait wacana yang digulirkan Ketua KPU Hasyim Ashari, Selasa [10/1/2023]
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Morowali ini menyebut, Pemilu merupakan sarana demokrasi bagi rakyat untuk memilih wakil-wakilnya secara langsung. Pemilu harus dihadapi dengan logika dan program yang jelas.
“ Calon wakil rakyat yang memiliki program yang jelas, gagasan yang visioner, itu yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu,” tuturnya.
Bila nantinya MK memutuskan Pemilu Tertutup, lanjut dia, bisa dipastikan akan banyak masyarakat yang golput, terutama anak-anak muda.
Diketahui, delapan partai politik yakni Partai Gerindra, Golkar, Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, PAN dan PPP menyatakan sikap menolak pemilihan umum (pemilu) dengan sistem proporsional tertutup.
Delapan parpol tersebut berargumen, bahwa pemilu proporsional tertutup merupakan kemunduran demokrasi. Selama ini, menurut mereka, pemilu proporsional terbuka sudah berjalan baik dan maju, sehingga tak seharusnya diganti.
[nug/jgd]












