Filosofi Sukses

Foto ilustrasi

Catatan Risdiana Wiryatni *)

Kesuksesan sejati adalah ketika seseorang tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk kebaikan bersama.

Kalimat motivasi di atas, sebuah cermin kehidupan bagi kita semua. Sukses itu, bukan seberapa banyak materi yang bisa dikumpulkan, tetapi bagaimana kemampuan untuk berbagi, baik itu ilmu maupun berkah sukses yang berhasil ia raih. Sukses yang bermartabat dan akan membawa banyak manfaat.

Sukses, tentu menjadi harapan semua orang. Tidak ada seorangpun yang tak menginginkanya. Almrhum Eyang Habibie, Presiden RI ke 3 ini pernah berpesan, bahwa keberhasilan bukan milik mereka yang pintar, tetapi milik mereka yang senantiasa mau berusaha.

Risdiana Wiryatni

“ Percuma Anda memiliki IQ tinggi tapi pemalas. Yang pentig adalah Anda sehat dan mau berkorban meraih apa yang diinginkan,” demikian ucap Eyang Habibie dalam sebuah sebuah wawancara.

Kalimat Eyang Habibie, yang juga seorang teknokrat dan negarawan ini, mengajarkan pada kita, bahwa kecerdasan inntelektual bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan.

Menurut Eyang Habibie, ada faktor lain yang lebih penting, yakni kerja keras. Sepinntar dan secerdas apapun seseorang, kalau dia tidak memiliki totalitas dalam mengejar cita-citanya, maka semua akan percuma.

Jangan pernah berhenti menngejar yang kamu impikan, meski apa yang didamba belum ada di depan mata.

Jangan perah menyerah dan terus berhenti berusaha, walau dalam pencarianya kita terus dihina, dicerca dan dilecehkan. Ketika apa yang kita inginkan belum tercapai, kita tak boleh berhenti. Harus kita perkuat lagi mesin semangat, agar terus terpacu meraih apa yang diimpikan.

Siap menghadapi tantangan

Kemauan adalah kunci sukses. Orang-orang sukses berusaha keras apa pun yang mereka rasakan dengan menerapkan keinginan mereka untuk mengatasi sikap apatis, keraguan atau ketakutan. Hal pertama yang dilakukan orang sukses adalah memandang kegagalan sebagai sinyal positif untuk sukses.

Eyang Habibie tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Selain masih aktif bekerja, beliau juga disibukkan dengan beragam kegiatan mulai dari menulis buku hingga menjadi pembicara di berbagai acara.

Bagi mantan Presiden Indonesia ketiga ini, selama belum menutup mata ia akan “menantang” dirinya untuk terus berkarya. Spirit hidup ala Eyang yang selalu siap itulah yang wajib kita tiru. Kita juga harus selalu siaga menghadapi tantangan dalam hidup kapan dan di mana saja.

Keberhasilan seseorang disamping kerja keras terus menerus, juga sangat tergantung pada pertama, kemampuan diri sendiri, kedua, kesempatan untuk mengembangkan diri sendiri dan ketiga, strategi untuk mencapai keberhasilan.

Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi sukse. Yang penting asal mau berusaha, mengasah potensi. Tetapi, memang tidak setiap orang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Untuk mendapatkan kesempatan ini, jelas dibutuhkan strategi yang tepat. Strategi inilah yang akan menentukan apakah seseorang akan menjadi ‘risk taker’ (pengambil resiko) atau ‘risk orderer’ (pengatur resiko).

Kesuksesan seseorang sangat tergantung pada kemauannya yang kuat, rasa percaya diri yang tinggi dan kemampuannya menghitung risiko. Kemauan akan mendorong kegigihan untuk berusaha, untuk bisa berhasil, bisa mencapai gol.

*) Owner Kinerja Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *