KINERJAEKSELEN.co, Kalbar – Percepatan pembangunan ekonomi perbatasan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan suatu keniscayaan dan hal yang tidak bisa ditawar tawar lagi.
Pemerintah mengamanahkan bahwa ” Daerah Perbatasan ” merupakan ujung tombak yang harus dipertajam fungsi dan kedudukannya untuk dikembangkan serta ditingkatkan guna menumbuhkan perekonomian daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah negara tetangga.
Problematika yang dihadapi oleh para pelaku dunia usaha di daerah perbatasanpun saat ini sedang mencari format dan solusi agar perdagangan lintas batas negara dapat berjalan dengan baik dan lancar agar manfaatnya bisa dirasakan oleh keduabelah pihak.
Geliat arus mobiltas barang dan orang di daerah perbatasan kian hari menunjukkan intensitas yang semakin tinggi.
Aspek infrastruktur sarana/ prasarana sudah mulai ditingkatkan dan dibenahi, salah satunya adalah PLBN Entikong yang berada di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Inland Port Tebedu yang ada di wilayah Serawak Malaysia, yang merupakan ujung tombak yang harus dipertajam fungsi dan kedudukannya untuk dikembangkan serta ditingkatkan guna menumbuhkan perekonomian daerah yang berbatasan langsung dengan negara negara Asean lainnya.
Apalagi menyongsong Asean Connectivity 2025, dimana Indonesia untuk tahun 2023 ini menjadi tuan rumah, maka sudah seharusnya kita dapat mempersembahkan implementasi terbaik bagi komitmen bersama Asean ini.
Kamar Dagang dan Industri – KADIN Indonesia, melalui Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbatasan Edi Suryadi, terus berupaya melakukan serta menjembatani kegiatan kegiatan agar pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Perbatasan Edi Suryadi tanpa henti hentinya melakukan koordinasi baik Lembaga/Kementerian terkait di pusat seperti bersama BNPP ( Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan), Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan/Perikanan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Bea dan Cukai, Kadin Daerah, Pemerintahan Daerah, Asosiasi Pengusaha serta stakeholder lainnya untuk mencari solusi dan mengurai simpul-simpul yang menghambat lajunya perdagangan.
Seperti halnya pada Senin, 6 Februari 2023 kemarin di Entikong- Kalbar dimana melakukan sinergitas dengan Asosiasi Pengusaha Impor Ekspor Perbatasan Indonesia- APIEPINDO yang baru terbentuk guna dapat memecahkan persoalan impor ekspor di perbatasan RI – Malaysia ( Entikong – Tebedu).
Pada kesempatan yang sama acara pelantikan dan pengukuhan APIEPINDO periode 2023 – 2025 yang dipimpin oleh Kiki dihadiri pula oleh delegasi Malaysia yang dikomandoi YB.Datok Sri Richard Riot, salah seorang anggota parlemen Malaysia asal pemilihan serawak, Nobel Pang chief of Inland port (terminal darat) Tebedu, Residen/Bupati Selian, dengan membawa dua puluh delegasi pengusaha malaysia/serawak .
Deklarator/pendiri sekaligus pembina APIEPINDO, Nasri Alisan dalam sambutannya menyatakan bahwa berdirinya asosiasi APIEPINDO ini merupakan jawaban terhadap kebutuhan ekspor – impor di perbatasan kedua negara ini.
Ia juga mengharapkan agar Indonesia segera membuka pintu import terhadap barang barang yang berasal dari Malaysia sebagaimana halnya Malaysia telah membuka pintu impor terhadap barang barang yang berasal dari Indonesia.
Kadin Indonesia Bidang Perbatasan yang diwakili oleh Sayid Fadhil selaku Wakil Komite Tetap Pengelolaan Potensi Perbatasan, menilai dengan pembentukan wadah asosiasi ini, diharapkan kegiatan ekspor – import di kedua negara bisa memberikan peluang kerja dan berusaha bagi masyarakat sekitar serta lebih mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah perbatasan dan kedua negara pada umumnya.
Acara dilanjutkan dengan peninjauan langsung Terminal Barang Internasional yang ada di entikong dan inland port yang ada di tebedu – serawak.
[nug/red]












