KINERJAEKSELEN.co – Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis mengimbau warga negara Indonesia (WNI) agar waspada terhadap aksi kerusuhan yang tengah terjadi di negara tersebut.
Imbauan disampaikan pihak KBRI Paris melalui akun Instagram resminya @indonesiainparis, Sabtu (1/7/2023) kemarin.
“WNI di Prancis agar tetap waspada dan terus pantau informasi melalui saluran resmi Pemerintah Prancis, serta menghindari lokasi protes,” ujar KBRI Paris, dikutip pada Senin (3/7/2023).
Dalam kondisi darurat, lanjut imbauan yang sama WNI diminta untuk menghubungi kontak Pelindungan, melalui nomor +33 6 21 12 21 09.
Sebelumnya diberitakan, aksi kerusuhan, diberitakan dipicu oleh penembakan fatal yang dilakukan polisi terhadap pemuda Prancis keturunan Aljazair, Nahel (17). Letusan tembakan diarahkan ke pemuda itu, usai tidak mengikuti perintah berhenti untuk pemeriksaan lalu lintas di Kota Nanterre di pinggiran Paris, Selasa (27/6/2023).
Sejak itu, kerusuhan menyebar ke daerah pinggiran Paris lainnya, seperti Seine-Saint Denis dan Villeurbanne, serta kota-kota besar lainnya termasuk Nantes dan Toulouse hingga Rabu malam (28/6). Pihak Kementerian Luar Negeri RI memastikan, sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak atau terlibat dalam kerusuhan di Prancis.
“KBRI Paris telah berkoordinasi dengan kepolisian Kota Nanterre serta simpul-simpul masyarakat Indonesia,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha, melalui keterangan resminya.
Sementara itu, Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan semua opsi, termasuk menyatakan keadaan darurat, untuk memulihkan kembali hukum dan ketertiban.
Jaksa mengatakan, petugas yang membunuh remaja tersebut telah didakwa dengan pembunuhan secara sukarela dan ditempatkan dalam penahanan pra-sidang.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan polisi menangkap 875 orang, termasuk 408 orang di wilayah Paris. Sebanyak 249 petugas polisi juga terluka dalam bentrokan tersebut.
942 bangunan dilaporkan menjadi sasaran massa, 2.000 kendaraan dibakar, dan total 3.880 kebakaran terjadi dalam semalam, demikian laporan Le Figaro mengutip pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Para pengunjuk rasa membakar berbagai bangunan dan merusak properti publik. Video yang beredar di media sosial menunjukkan pengunjuk rasa menjarah restoran dan toko. Bangunan umum termasuk sekolah juga menjadi sasaran, dan belasan bus umum dibakar di wilayah Paris.
“Lebih dari 800 orang telah ditangkap di seluruh Prancis, dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi dilaporkan terjadi di banyak kota termasuk Paris, Bordeaux, Lyon, Roubaix, Marseille, dan Lille,” demikian disampaikan pihak Kementerian Dalam Negeri Prancis.
[asumsi/red]












