Foto:
Ilustrasi taman di dalam Rumah Semak.
STRATEGINEWS.id, Medan — Memiliki rumah yang adem tentu menjadi idaman bagi banyak orang, apalagi saat cuaca sedang panas-panasnya. Rumah yang adem tentunya bisa membuat penghuni rumah tidak merasa kegerahan.
Agar rumah terasa adem, bisa dibangun dengan memaksimalkan sirkulasi udara. Penghawaan alami dan pemilihan material bisa menjadi kunci dalam membangun rumah yang adem.
Berikut ini cara mendesain rumah dengan memperhatikan penghawaan alami dan suhu di dalam rumah agar terasa lebih adem berdasarkan catatan detikcom.
1.Buat Celah di Sekitar Rumah
Salah satu rumah yang didesain Yodi tidak menutupi seluruh lahan. Dia menyisakan celah 60 cm ke samping dan 75 cm ke belakang rumah. Dia menyebutkan, cara ini memungkinkan pencahayaan dan penghawaan alami ke dalam rumah.
“Lahannya nggak dihabiskan untuk bangunan. Jadi tetap ada area-area yang dikasih celah-celah untuk bisa masuk cahaya dan udara,” kata arsitek Yodi Juliardi kepada detikProperti, beberapa waktu lalu.
Adanya celah ini bisa meminimalisir kebocoran, meningkatkan privasi, serta memaksimalkan penghawaan dan cahaya.
2.Pakai Genteng Keramik
Untuk pemilihan material genteng, bisa menggunakan material keramik. Selain tahan lama, material tersebut dinilai lebih dingin dibanding bahan genteng lainnya.
3.Buat Banyak Bukaan
Untuk mendapatkan sirkulasi yang baik, setiap rumah tentunya memerlukan ventilasi. Yodi menyebutkan, salah satu bentuk ventilasi yang bisa digunakan yaitu jendela yang dapat dibuka.
Penempatan jendela juga bisa mempengaruhi sirkulasi udara. Sebaiknya tempatkan ventilasi yang memungkinkan ventilasi silang.
“Kami usahakan ventilasinya itu silang, jadi cross ventilation. Jadi memungkinkan udara bergerak, bisa berjalan dengan baik. Jadi rumahnya udara panasnya nggak terperangkap di dalam,” ungkapnya.
4.Lantai Berlubang
Selain jendela, Yodi pernah menggunakan plat berlubang sebagai lantai di tangga. Lubang ini memungkinkan udara masuk ke rumah.
“Terus ada juga ventilasinya yang dibuat dari plat-plat berlubang. Jadi hawanya bisa masuk dari lantai. Jadi lantainya ada bagian yang dibikin plat bolong-bolong,” ucap Yodi.
5.Elemen Berongga
Bagian dalam bangunan juga didesain berongga agar untuk memaksimalkan aliran udara di dalam rumah, seperti pada bagian tangga menggunakan elemen berongga.
“Tangga dibikin lebih berongga, jadi nggak masif. Dia (tangga) lebih bercelah-celah, memungkinkan udara bisa lewat,” katanya.
6.Buat Taman dalam Rumah
Pemilik Rumah Semak, Rima Ivalia, mengungkapkan, salah satu cara membuat hunian yang adem adalah dengan membuat inner court atau taman dalam rumah. Menurutnya, taman tersebut membuat aliran udara dan cahaya masuk ke dalam rumah.
“Kami pikirkan gimana caranya supaya nggak pasang AC kalau siang. Jadi kami bikin sebelah sini ada inner court. Itu buat cahaya (dan) buat sirkulasi udara,” ujar Rima kepada pers, beberapa waktu lalu.
Sebagian tembok taman ini berlubang karena menggunakan roster kotak sehingga ada celah untuk udara dan cahaya masuk. Lalu, taman ini memiliki atap transparan, yakni solartuff yang terbuka di bagian samping.
7.Plafon Tinggi
Rima juga menggunakan plafon tinggi dan kipas angin pada rumahnya. Menurutnya, cara ini cukup untuk membuat rumah adem tanpa perlu menyalakan AC.
“Ceiling-nya juga kami tinggikan. Jadi ya kalau siang cukup pakai kipas angin saja sudah adem,” ucap Rima, seperti dikutip dari detikProperti, Selasa (22/7/2025) malam.
(KTS/rel)












