Oleh: Syahril Syam *)
Mungkin masih sedikit orang yang mengetahui bahwa ada sejenis terapi mental dan emosional melalui hubungan emosional dengan kuda. Seperti halnya kita merawat dan bermain hewan peliharaan, maka terapi ini dilakukan dengan kuda. Mengapa mesti kuda? Hati (jantung) kita adalah penghasil energi elektromagnetik paling kuat dan medan listriknya 60 kali lebih besar dalam amplitudo dibandingkan dengan aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otak.
Selain itu, medan magnet yang dihasilkan oleh hati 5.000 kali lebih kuat daripada yang dihasilkan oleh otak. Medan elektromagnetik dari hati kita dapat dideteksi sekitar 3 meter dari segala arah, sehingga membuat kita bisa merasakan – jika peka – apa yang dirasakan oleh orang lain. Yang unik dari kuda adalah medan elektromagnetik dari hati kuda 5 kali lebih besar daripada hati kita, yang membuat sensitivitas mereka terhadap energi di sekitar mereka lebih tajam, sehingga mereka dapat menangkap energi yang kita keluarkan.
Detak jantung kuda 3 kali lebih lambat dari kita. Ketika hati dan tubuh kita terhubung dengan energi ini, maka resonansi antara hati dan tubuh kita dengan hati kuda akan membuat medan elektromagnetik hati kuda yang kuat membantu menenangkan sistem saraf kita. Kedekatan yang terbangun membuat medan ini dapat memengaruhi ritme jantung kita, menginduksi keadaan rileks yang lebih dalam, yang dapat mengurangi gejala stres dan kecemasan. Menyentuh atau merawat kuda, dapat melepaskan hormon oksitosin, yang dikenal sebagai “hormon cinta” atau “hormon kebahagiaan,” yang lebih lanjut membantu mengurangi stres dan meningkatkan perasaan tenang.
Kuda memiliki kemampuan unik untuk merespons emosi manusia secara langsung. Mereka dapat bertindak sebagai cermin yang mencerminkan perasaan yang mungkin tidak disadari oleh seseorang. Misalnya, jika seseorang merasa cemas tetapi tidak menyadarinya, kuda akan menunjukkan perilaku yang mencerminkan kecemasan itu.
Hal ini memungkinkan seseorang untuk menjadi lebih sadar akan emosi mereka, yang merupakan langkah penting dalam proses penyembuhan emosional dan pertumbuhan pribadi. Karena medan elektromagnetik hati kuda jauh lebih kuat dan menenangkan, maka berinteraksi dengan kuda, seperti berkuda atau hanya berada di dekat mereka, dapat meningkatkan suasana hati. Aktivitas ini dapat membantu dalam mengalihkan pikiran dari stres sehari-hari dan memberikan rasa damai dan bahagia.
Kuda dapat merespons dengan tenang hanya jika manusia juga tenang. Ini mengajarkan seseorang untuk mengelola emosi diri sendiri dengan lebih efektif. Karena kuda merespons sinyal non-verbal dan energi, kita juga belajar untuk lebih peka terhadap komunikasi non-verbal dan bahasa tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam hubungan interpersonal. Kuda dalam konteks ini menjadi bagian dari Terapi Equine (Equine-Assisted Therapy), yaitu terapi yang melibatkan interaksi antara manusia dan kuda untuk mendukung kesehatan mental, emosional, dan fisik.
Dalam Terapi Equine, kuda berperan sebagai co-terapis, membantu terapis manusia untuk menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi klien. Kuda memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap emosi dan perilaku manusia, yang memungkinkan mereka untuk merespons secara intuitif dan refleksif terhadap kondisi mental dan emosional klien. Manfaatnya berupa membantu kesembuhan seseorang yang mengalami trauma, depresi, PTSD, masalah perilaku, stres, kecemasan, depresi, masalah hubungan, atau masalah kesehatan mental lainnya.
Perbedaan manusia dengan hewan adalah hewan memiliki kadar mental (kemampuan untuk berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan lingkungan) yang tetap, sedangkan manusia bisa naik derajat mentalnya dan juga bisa turun. Derajat mental yang rendah akan ditandai dengan terlalu banyaknya perasaan destruktif dan perasaan egois yang tinggi dan berujung pada kegelisahan akut, sedangkan derajat mental yang sangat tinggi ditandai dengan jiwa yang tenang. Dengan kata lain, jika kuda dengan kadar hatinya yang seperti disampaikan di atas, bisa membantu manusia menjadi lebih tenang, merasakan kelegaan, rasa kesejahteraan, dan tubuh kita mulai sembuh, maka bergaul dengan orang-orang yang shaleh (yang benar-benar berada pada derajat jiwa yang tenang), tentu akan lebih membantu diri kita – bukan hanya mengalami kesembuhan mental – menjadi diri yang memiliki derajat mental yang semakin sempurna.
@pakarpemberdayaandiri











