KINERJAEKSELEN.co, Medan — Masa pendaftaran siswa baru akan dimulai sebentar lagi. Mendekati momen ini, orangtua biasanya mengalami dilema, sekolah negeri atau swasta? Pendaftaran sekolah negeri biasanya baru akan dimulai mendekati tahun ajaran baru di Juli 2026. Namun, registrasi sekolah swasta sudah dimulai.
Sekolah negeri adalah sekolah yang berada di bawah naungan pemerintah. Sekolah ini akan mengadopsi kurikulum nasional dan dibiayai pemerintah.
Kemudian sekolah swasta adalah sekolah yang diasuh non-pemerintah atau yayasan. Meski memiliki biaya yang relatif lebih tinggi, sekolah swasta mempunyai fasilitas yang lebih lengkap.
Dilema memilih sekolah ini tak jarang dialami para orangtua. Namun dari tahun ke tahun, mereka cenderung memilih sekolah swasta.
Orang Tua Beralih dari Sekolah Negeri
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah CNBC, sekolah negeri lebih mendominasi dibandingkan sekolah swasta, yaitu sebesar 86,75 % pada jenjang SD dan 55,86 % pada jenjang SMP. Sebaliknya, pada jenjang pendidikan menengah, yang mendominasi adalah sekolah swasta, yaitu sebesar 51,53 % pada jenjang SMA dan 73,65 % pada jenjang SMK.
Namun pada 2021 hingga 2024, jumlah siswa sekolah negeri terus menurun. Sekolah swasta justru mencatat kenaikan, menandakan pergeseran pilihan sejak pendidikan dasar.
Kendati demikian, pergeseran preferensi sekolah ini bukan berarti orangtua lebih memilih sekolah negeri. Penurunan jumlah siswa SD Negeri juga bisa disebabkan oleh penurunan angka kelahiran atau penduduk.
Pada jenjang SMP, SMA, dan SMK, sekolah negeri masih mendominasi jumlah siswa, namun sekolah swasta tetap menunjukkan trend peningkatan. Sementara itu pada jenjang SMK, jumlah siswa swasta masih lebih besar dibandingkan negeri
Pergeseran Preferensi Sekolah Negeri ke Swasta
Data menunjukkan adanya trend pergeseran minat dan preferensi masyarakat dari sekolah negeri menuju sekolah swasta, terutama di jenjang pendidikan atas.
Pergeseran preferensi ini bisa dipengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan, fasilitas, kurikulum yang lebih fleksibel, dan lingkungan belajar yang dianggap lebih kondusif di sekolah swasta.
Pemilihan sekolah juga bergantung pada status ekonomi orangtua. Mereka yang berada di kelompok ekonomi menengah ke atas cenderung lebih memilih sekolah swasta karena mereka memiliki daya beli yang lebih tinggi, sedangkan keluarga berpendapatan rendah lebih memilih sekolah negeri yang biayanya lebih ringan karena mendapat subsidi pemerintah.
Minat terhadap sekolah swasta juga meningkat di wilayah perkotaan. Hal ini berkaitan dengan akses transportasi dan preferensi terhadap model pendidikan tertentu, seperti dikutip dari detikEdu, Rabu (14/1/2026) siang.
(KTS/rel)
Sumber: detikEdu











