Harta Yang Akan Dimintai Tanggung Jawab di Hari Akhir

Foto ilustrasi

Catatan : Risdiana Wiryatni

“ Semakin banyak kita ambil, Semakin lama kita di kasir. Tapi bukan tentang belanja

Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan [harta],” demikian sepenggal kalimat motivasi yang saya baca di status WA Umi Linda.

Motivasi tersebut membawa saya pada sebuah perenungan spiritual, bagaimana mensikapi hidup ini dengan lebih arif sesuai perintah Allah SWT, termasuk soal harta.

Sering kita mendengar pertanyaan tentang nasihat tentang pertanyaan seputar harta yang dimiliki manusia. Seperti dari mana harta berasal, untuk apa harta itu digunakan, dan banyak pertanyaan lainnya.

Risdiana Wiryatni

Allah SWT berfirman lewat Surat Al Baqarah 188 yang berbunyi, ” Dan janganlah kamu makan harta diantara kamu dengan jalan yang batil.”

Harta sebanyak apapun yang kita miliki di dunia, nantinya ketika meninggal semuanya akan ditinggal. Tidak ada sedikitpun harta kita yang ikut masuk ke dalam akhirat.

Nantinya di padang Mahsyar, orang-orang akan ditanyai mengenai hartanya. Darimana hartanya berasal, untuk apa hartanya dibelanjakan, dan banyak pertanyaan lainnya. Lalu, bagaimanakan status harta kita di hadapan Allah Ta’ala? Coba tanyakan pada diri sendiri dengan pertanyaan di bawah ini!

Beginilah status harta kita di hadapan Allah SWT.

  1. Apakah hartamu berasal dari harta yang halal?

Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 188, Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu makan harta diantara kamu dengan jalan yang batil.”

  1. Apakah hartamu melalaikan dirimu dari tanggung jawab dan kewajiban?

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an surat Al Fath ayat 11, “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.”

  1. Apakah hartamu menjadikanmu kikir dan tidak peduli sesama?

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS Ali Imran:180)

  1. Apakah hartamu menjadikanmu sombong?

Allah Ta’ala berfirman, “Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, ketika melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al ‘Alaq : 6-7)

  1. Bagaimana cara kamu melihat asal hartamu? Dari kepandaianmu berbisnis atau dari Allah Ta’ala?

Allah Ta’ala berfirman, “Dia (Karun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata kerena ilmu yang ada padaku”.” (QS Al Qashash:78)

Harta dapat menjadi kenikmatan, atau justru kehancuran. Ingat bahwa jika harta itu berasal dari yang halal, maka itu adalah berkah dari Allah Ta’ala. Jika harta tidak membuatmu lupa akan kewajiban, maka itu adalah nikmat dari-Nya.

Dan jika kamu tidak kikir dalam bersedekah, maka harta tersebut akan menjadi investasimu di akhirat.

Semoga catatan kecil ini bisa menginspirasi kita semua dalam membelanjakan harta kita di jalan Allah SWT. Aamiin.

Wallahu a’lam

Risdiana Wiryatni, Pemimpin Umum/Perusahaan Kinerjaekselen.co

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *